Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2010

PASAR SENI ITB 2010: Amazing But Too Crowded

Seminggu lalu, tepat di tanggal manis 10-10-10, Kota Bandung harus menyerah dengan kepungan kemacetan. Mobil, motor, angkot dan bus mesti bersabar meniti meter demi meter jengkal jalanan Bandung yang udah ga mungkin diperlebar lagi. Penuh sesak, ditambah lagi sengatan matahari yang luar biasa terik. Mungkin suhunya siang itu sekitar 50' celcius. Padahal beberapa hari sebelumnya Bandung bener-bener basah dan ujan terus. Tapi hari itu nampaknya Allah bener-bener menunjukkan kuasanya. Berbahagialah mereka yang menikah dan memulai hidup baru di hari itu. Juga buat mereka yang membuka usaha apapun di trilogi 10 yang dianggap cantik. But for real, it was so damn traffic!!! Help meee...




Opening Bridge "Pasar Seni ITB 2010"




Berbagai Kreasi Seni Instalasi

Dan juga gelaran festival yang satu ini, "Pasar Seni ITB 2010" yang digelar Minggu, 10-10-10 kemaren gak dipungkiri lagi udah jadi salah satu icon Bandung yang berskala nasional. Walaupun mungkin belum sebesar kegiatan seni semacam festival di Jogja, Bali, ataupun Solo, tapi toh Pasar Seni ITB sangat-sangat menyedot perhatian pengunjung. Gimana gak, kalender empat taunan ini cuman diadain sehari dan itu hari minggu, di tanggal cantik, dimana semua orang juga merayakan pernikahan, dan lebih gila lagi cuman dibuka selama 10 jam aja. Trilogi 10 ini ternyata juga mereka hubungkan juga dengan penyelenggaraan pasar seni yang ke-10. Well done guys...


Sayang beribu sayang, banyak banget unek-unek di penyelenggaraan taun ini. Faktor 10-10-10 itu juga yang sepertinya jadi faktor utama kekecewaan zkheey. Pertama, soal macet...biasa seh emang tiap kali di Bandung ada acara, langsung macet dimana-mana. Tapi Pasar Seni kemaren bener-bener bikin macet se-Bandung Raya. Ruas jalanan utama Bandung seperti Jalan Merdeka, Dago, Gasibu, Dipati Ukur, Supratman dan sekitarnya bener-bener lumpuh seperti terlihat di foto-foto ini. Karena panas banget, zkheey and Cical baru keluar sekitar jam satu siang dari rumah dan baru dapet parkir sekitar jam 2.30. Kita bedua pun akhirnya menyerah buat parkir motor di Unpad DU dan jalan kaki ke ITB, padahal target semula adalah parkir di RS. Borromeous, tapi apa daya tangan tak sampai. Kedua, it was too crowded. Kampus ITB terinta yang luas ditambah jalan tamansari hampir kolaps dijejali jutaan manusia dalam jangka waktu 10 jam itu. Coba deh dibikin tiga hari kayak 2006 dulu. Semuanya pasti bakal lebih terkontrol. Akibatnya yah ibarat melting pot, semua orang dari seluruh penjuru Bandung bahkan Jakarta, luar kota, dan luar negeri tumplek blek di Pasar Seni ITB 2010.




Kemacetan dan Kepadatan Pasar Seni ITB 2010

Ketiga, gak bisa enjoy alias susah nikmatinya. Karena terlalu penuh dan semua orang datang kesini, akibatnya zkheey dan cicalicious ga bisa nikmatin berbagai seni instalasi ataupun pertunjukan musik yang digelar di seantero kampus. Sejauh mata memandang adalah kerumunan orang yang berjejal di tiap sudut kampus. Riweuuh euyyy. Keempat adalah harga makanan dan minuman yang dimark-up nyampe 50 persen kali yah???. Misalnya aja gorengan dan camilan yang dibanderol dengan harga 25 ribu/3 pcs atau 20 ribu/10 tusuk dll. Harga minuman teh kemasan yang biasanya 5 ribu perak pun naek ke angka 7 ribu, padahal kayaknya minuman ni jadi salah satu sponsor utama. Sama halnya juga dengan makanan siap saji ala barat kayak hot dog, hamburger, kentang goreng, sosis bakar, dll yang dijual dengan nominal puluhan ribu. Kelima adalah antrian panjang dimana-mana, yup wargi Bandung yang dateng kesini mesti siap-siap ngantri. Misalnya aja antrian panjang di rest area yang berisi kantin, mushola dan toilet. Walopun harga makanan dan minuman yang dijual lebih mahal dari biasanya, tapi toh pengunjung tetep ngantri dan akhirnya makanan pun tejual ludes. Zkheey dan cicalicious pun keabisan hot dog dan es pisang ijo setelah ngantri lama-lama. Antrian lainnya terlihat di tiap stand pasar seni ITB 2010 yang berukuran 2x2 meter dan berjumlah ratusan. Dengan ukuran segitu, sulit buat pengunjung liat-liat produk seni dengan leluasa hanya dalam jangka waktu 10 jam. So what else??? udah cukup banyak unek-unek zkheey di gelaran ini kan???


Krakatau Band Feat. Candil & Kelompok Seni Saung Angklung Udjo

Anyway, acungan jempol setinggi-tingginya buat panitia Pasar Seni ITB 2010 dan seluruh pihak yang terkait atas penyelenggaraan acara empat taunan ini yang sukses walopun zkheey nilai ga sesukses empat taun lalu dengan penyelenggaraan selama tiga hari. Khusus soal konten acara dan kreasi seni yang ditampilkan di ajang ini, seng ada lawan...ITB seh gada matinya n tetep nomer wahid sa endonesa lah..Di atrium ITB tepat setelah pintu masuk, dipajang reruntuhan "Patung 3 Mojang" yang sempet jadi kontroversi beberapa bulan yang lalu. Reruntuhan patung senilai 3 Milyar karya Nyoman Nuarta ini dikasih judul "Disgracing Arts". Menyusul dibongkarnya patung yang semula dipajang di Cluster Kota Harapan Indah Bekasi atas desakan salah satu ormas yang makin hari makin berkuasa. Berbagai wahana yang diciptakan seperti museum masa depan, kamar vibrator, tamasya, dll juga luar biasa walopun zkheey ga masuk ke semua wahana itu karena antrian yang supeeeeeeeeeeerrrr panjang. (Zkheey)



Reruntuhan Patung 3 Mojang By Nyoman Nuarta

Kamis, 22 Juli 2010

Kickfest 2010 Get Real! Lebih Baik Tapi juga Lebih Becek

Semua wargi Bandung juga pasti setuju kalo KickFest (Kreative Independent Clothing Kommunity Festival) adalah acara yang wajib didatengin tiap taunnya. Gelaran akbar para pengusaha clothing ini emang selalu ditunggu, dan yang paling istimewa di tahun ini ada banyak kejutan yang ngga ditemuin di taun-taun sebelumnya.

Untuk taun ini KickFest mengambil tema GET REAL! GET REAL! bahwa bangsa ini seharusnya bangga karena industri clothing dan distro tanah air telah bertahan selama kurang lebih 15 tahun. Dan dari tahun ke tahun selalu melahirkan pengusaha muda yang baru, dimana mereka mampu membangkitkan sisi idealisme dalam berkreatifitas khususnya dibidang distro dan clothing. Dan tentunya kita semua sepaham bahwa tanpa adanya idealisme, suatu produk hanyalah suatu produk tidak lebih dari itu.

Tanggal 16-18 Juli dipilih sebagai tanggal pelaksanaan acara ini. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah KickFest, Stadion Siliwangi dipilih sebagai tempat pelaksanaan acara. Cical dan Zkheey sendiri dateng di hari terakhir. Dan seperti yang udah kita duga acara ini penuh banget ama wargi Bandung yang ingin berbelanja barang-barang khas distro.

 

Yang agak mengagetkan Kickfest kali ini ada tiket masuknya. Agak sedikit mengecewakan soalnya taun-taun sebelumnya Kickfest ngga menerapkan tiket masuk untuk pengunjung. Emang sech harga tiketnya cukup murah, cuma 8000 perak ajah, itupun udah termasuk starter pack dari Axis. Namun kekecewaan kita masalah tiket terbayar sudah ketika masuk ke dalam karena ternyata Kickfest taun ini banyak sekali perubahan positif dibanding taun kemaren.
Pertama barang-barang dijual di Kickfest banyak mengalami peningkatan dari segi kualitas. Kalo taun-taun sebelumnya barang-barang yang dijual terfokus di baju-baju yang cuma cukup dipakai Cical, sekarang kita banyak nemuin baju ukuran besar yang bisa dipakai Zkheey. variasi model dan motifnya juga jauh lebih keren dari taun-taun sebelumnya. Kalo ngeliat animo pengunjung KickFest taun ini tampaknya mereka semua setuju ama kita berdua.

Yang menarik tas jadi tren taun ini. Kalo taun lalu para pengusaha distro dan clothing lebih banyak bermain di pakaian, kini banyak dari mereka yang mulai berani menampilkan produk tas yang bermacam-macam. Malahan pemain lama seperti Monic berani mengusung tas sebagai dagangan utama mereka di KickFest. "Lagi jadi tren sekarang," kata salah seorang penjaga stand Monic waktu ditanya Zkheey.

Sayangnya, belum lama kita keliling hujan turun. Di sinilah kerasa kalo pemilihan Stadion Siliwangi kurang tepat. Emang Stadion Siliwangi cukup besar buat menampung 180 stand dan panggung musik KickFest, tapi dengan turunnya hujan di sekitar sana membuat tanah di Stadion Siliwangi berubah jadi lumpur. Rasanya ngga aneh kalo orang keluar dari sana penuh dengan lumpur. Wah kayaknya pawang ujannya kurang ampuh nie.
Untungnya insiden lumpur ini agak sedikit terobati oleh penampilan band-band yang tampil di panggung KickFest. Dan buat Cical pemilihan pengisi acara taun ini adalah yang pas dengan seleranya wargi Bandung. Ada Koil, Alone At Last, Mocca, Homogenic, Mobil Derek, Rosemary, Closehead, Goodboy Badminton, Nudist Island dan masih banyak.

Kalo melihat pelaksanaan KickFest yang sehebat taun ini Cical cuma berharap agar taun depan KickFest taun depan bisa sebagus taun ini, kalo bisa sech lebih baik heheh. Selain itu kalo bisa untuk taun depan tempatnya jangan yang berlumpur kayak kemaren, agak sedikit menurunkan nafsu belanja soalnya kalo harus berlumpur ria kayak gitu. Yah semoga aja KickFest taun depan bisa lebih baik, amien.

"FRESTIVAL 2010, Makan-Makan Akhir Minggu Ala Frestea"


Ok, I know it's too late to post this event two weeks after it is held. But, daripada foto2nya ngejogrok di PC zkheey doang kan jadi ga guna??? dan wargi bandung semua ga bisa ngeliat serunya event ini. Buat wargi bandung yang nyempetin dateng ke ajang "Frestival 2010" hari Sabtu & Minggu (10-11 Juli) kemaren di pelataran Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (MPRJB), pasti tau dunk ramenya ajang yang baru dilaksanain pertama kali ini.






Anyway, Festival makanan yang diadain sama salah satu produsen teh kemasan ini lumayan ok kok. Pintu gerbangnya ja dibuat melintang dengan warna dan logo yang menarik. Setelah itu pengunjung disambut display berbagai macem jenis teh dengan hiasan kipas angin berair. Yup, kipas angin yang muncratin air dengan tujuan mendinginkan suhu...ahahah...yang ada juga suhu jadi tambah dingin. Karena waktu zkheey dateng Sabtu sore itu, langit Bandung mendung dan segera ujan. Apa jadinya yah klo ajang makan yang emang dibuat outdoor ini kesamber ujan??? berantakan banget pastinya. Tapi alhamdullilah berkat sang pawang yang nampaknya ampuh mengusir awan hitam, Frestival 2010 pun aman dari gangguan ujan! So, mareeee makaaaaannnn....


Secara deskriptif, ajang ini serupa tapi tak sama dengan ajang yang diselenggarain salah satu produk kecap rumahan. Yep...sepanjang area MPRJB wargi bandung bisa berkeliling ke stand-stand makanan umum dan khas Bandung yang pastinya lezatttooo... Otak-otak Bu'le, Colenak Murdi Putra, Baso Semar, Warung Makan Mbah Jingkrak, Kue Tabi, Tahu Kriuk Crispy ada di antara puluhan stand makanan khas lainnya. Soal harga, ga jauh-jauh dari harga pasarannya, just eat as u'r pocket says to. Nah, kalo kita bicara soal antusiasme pengunjung, mungkin zkheey bisa nilai ajang ini masih kalah power dari ajang yang diadain produsen kecap meja itu. Wajar, toh ini masih penyelenggaraan pertama. Tapi semakin malem, ternyata MPRJB makin penuh sesak dengan pengunjung yang kebanyakan ABG dan kalangan muda yang sengaja kencan di Frestival 2010. Apalagi ajang ini punya gimmick lain yaitu Gading Martin & VJ Sarah, dan Irfan Hakim yang ikut memeriahkan suasana. Ga cuma itu, ada juga D'cinnamons, Tompi, dan pertunjukan debus yang ngisi panggung megah Frestival 2010. Ngomong-ngomong soal debus, acara inilah yang bikin zkheey dan cicalicious gagal nonton Tompi. Dijadwalin jam 8, Tompi gak nongol-nongol di panggung karena ampe jam 9 malem pun, ni debus masih eksis bikin pengunjung miris. Huh... Satu poin positif dari ajang ini adalah sukarelawan atau panitia acara yang sigap. Kesigapan mereka terlihat pada saat mengumpulkan sampah bekas makanan ataupun botol-botol frestea kosong yang segera dikembalikan ke tempatnya. So guess what??? ajang ini menjadi festival makanan terbersih yang pernah zkheey liat. Dan kalo diliat dari foto penyelenggaraan di kota-kota lain pun ceritanya sama. Festival makanan yang bersih dan nyaman. Empat jempol deh buat Frestival.




Gud Job buat Frestival, yang udah ngadain acara ini di berbagai kota seperti Jakarta, Bali, Jogjakarta, Palembang dan pastinya Bandung. Next, masih da Pekanbaru, Makassar, dan banyak kota lainnya. Great, baru pertama kali diadain aja udah menjangkau sebagian kota besar di Indonesia. Semoga eksis terus di taun-taun mendatang. (Zkheey)

Kamis, 08 Juli 2010

"Nu Gareulis, Aramis, Jarangkung, Di Ajang Miss Celebrity 2010"


Sabtu kemaren, (3/7) di Ciwalk zkheey dapet kesempatan mantengin (bahasa mana ieu teh?) gadis-gadis bandung nu gareulis, semok, jararangkung, jeung mulus, pokonamah TOP lah hehe... Owh ternyata the event is finally back. Setelah terakhir diselenggarakan taun 2008 dan absen taun kemaren (pasti gara-gara pemilu), ternyata ajang "Miss Celebrity" kembali dilaksanain taun ini. 

          

Pose 40 Besar audisi "Miss Celebrity" Bandung

Well, kalo mo diliat dari sisi pageantry, ajang ini sepintas mirip pageant serupa yang menilai unsur personalitas, intelektualitas, dan tentunya performa tubuh. Tapi jangan bandingkan sama "Pemilihan Puteri Indonesia" atau "Miss Indonesia" karena "Miss Celebrity" ga akan dikirim ke luar negeri buat wakilin Indonesia di ajang internasional. Paling banter berkarir sebagai artis, aktris, penyanyi, model, bintang iklan, dan pekerjaan di bidang hiburan lainnya. Yep, karena itulah tujuan akhir menjadi Miss Celebrity, which is to become a new celebrity. Am I correct???

          

          

The girls in action to get into the Top 15 

Dari info yang zkheey dapet, ada sekitar 110 gadis bandung yang ngikutin audisi. Setelah itu disaring lagi ke kuota 40 besar, terus ke 15 besar dan 3 besar yang berhak mewakili Bandung ke Jakarta dan bertempur sama kota-kota lain untuk menjadi the next "Miss Celebrity 2010". Well, secara fisik, para neng geulis bandung ini emang terlihat perfecto dan seragam. Rambut panjang, tinggi semampai, cantik, catwalk keren, dan pake baju yang menonjolkan "aset" mereka hehehe. Zkheey yakin banyak di antara mereka yang udah punya background modelling, akting, singing, dancing, pokoknya kemampuan di depan kamera dan khalayak umum. Dari 110 gadis Bandung, terpilihlah tiga finalis yang berhak ke Jakarta masing-masing- Silva Salsabila (16), Sylvia Fully Rahesita (24), dan Maria Regina (23). Congratz, taun ini Bandung mesti menang!!! (Zkheey) 

Selasa, 16 Maret 2010

"18th Park Parade & Grand Opening of 18th Park"


18th Park adalah salah satu tempat nongkrong, hang out, belanja, berkreativitas, sekaligus berkompetisi wargi-wargi bandung selama beberapa taun ini. Tempat ini sempet jadi pusat distro se-bandung raya karena emang distro-distro terkenal di bandung buka cabang disini. Selain itu, 18th Park juga jadi pusat berbagai komunitas kreatif seperti komunitas skateboard, yoyo, mount bike, dll. Semuanya itu berkembang pesat sebelum tanah dan bangunan 18th Park di Jalan Riau mesti dikembaliin ke tangan KODAM III Siliwangi sebagai pemilik sah aset tersebut. Well, kegiatan belanja-belanji pun mesti berhenti begitu juga kegiatan skateboard, yoyo, dan komunitas lainnya. Padahal tiap weekend tempat ini selalu dipenuhin pengunjung yang demen banget sama semua produk keluaran distro Bandung. As u know, disto itu kan awalnya dari Bandung yah??? we're the pioneer hehe...

Tapi akhirnya 18th park bangkit lagi dan pindah rumah ke Jalan Sumatera No. 31 Bandung. Wargi Bandung yang selama ini ngerasa kehilangan tempat belanja dan hang out bisa balik lagi ke 18th Park. Rumah baru 18th Park terlihat lebih megah dengan pintu masuk yang gede dan halaman parkir luas. 18th Park di rumah lama punya halaman belakang yang luas buat arena skateboard, sepeda, dll. Tapi di rumah baru ini halaman belakang dipake buat cafetaria semacam food court dengan round table dan kursi yang dilengkapin payung. Ternyata setelah diperhatiin di bagian kiri, kanan, dan belakang rumah baru ini emang diisi sama food court yang nyediain beragam makanan dan minuman. Food court ini dikasih nama "Food Park" yang buka dari jam 9 pagi-9 malem atau sepanjang jam buka 18th Park. So, area display distronya seh sama kayak dulu yaitu di bagian tengah rumah. Waktu zkheey dateng ke acara grand openingnya, Sabtu (13/3) sore kemaren, ada beberapa tempat yang belom fix misalnya satu ruangan display yang belom diisi tenant atau distro. Ada juga tenant makanan yang blom maksimal ngelayanin pengunjung. Well, mungkin bulan depan 18th Park yang kali ini letaknya persis di depan SMPN 2 Bandung akan lebih siap melayani pembelinya.

          



"Food Park" 18th Park yang Luas & Nyaman


"18th Park Parade"
Acara grand opening 18th Park di lokasi baru ini dikasih ngaran "18th Park Parade" yaitu suatu rangkaian acara yang digelar dari tanggal 12-16 Maret 2010 kemaren jam 10.00-22.00. Wargi-wargi Bandung yang punya band beraliran apa pun bisa daftar buat tampil di acara ini. Tapi toh Bandung adalah gudangnya musisi-musisi handal. Jadi walaupun band-band yang tampil punya cap amatir atau indie, penampilan mereka rapih dan sama sekali gak mengecewakan. Zkheey jamin klo aksi panggung dan skill mereka pun setara sama band-band baru yang ngeluarin debut album. It was so entertaining and fun. Misalnya aja band "Evening Art" dengan aliran pop swing dan "Maskot" yang maenin pop rock. Lagu-lagu cover version yang mereka bawain kedenger beda karena diaransemen ulang sesuai kreativitas mereka. Sayangnya, penampilan prima band-band itu ga dibarengin sama jumlah penonton yang cuma beberapa gelintir aja. Mungkin hujan jadi penghalang anak-anak gaul Bandung buat dateng ke acara ini. But, zkheey gatau juga berapa banyak orang yang dateng pas malemnya yang menghadirkan "Kungpaow Chicken" sebagai bintang tamunya. Selaen live band, grand opening 18th Park juga diisi berbagai kompetisi seperti kompetisi skateboard, model, graffiti, 18th Park Expo, Photo Taking, games & doorprize, dll. Hal yang paling penting adalah diskon up to 50% buat barang-barang yang dipajang di 18th Park selama grand opening ini. Buat wargi bandung yang doyan belanja barang-barang distro, buruan cabuuuuttt. (Zkheey)


          

"Evening Art" & "Maskot"

Selasa, 09 Februari 2010

ITB Fair 2010 - Tetap Jalan Meski Hujan

Hari sabtu kemaren tepatnya tanggal 6 Februari 2010 langit kota Bandung tampak sangat mendung. Cical dan Zkheey yang siang itu lagi dalam perjalanan ke kampus Institut Teknologi Bandung alias ITB jadi agak sedikit cemas. Hari ini kan hari pertama acara ITB Fair? Kalo tiba-tiba aja turun ujan selama acara berlangsung kan bisa gawat. Eh ternyata bener aja. Begitu kita menginjakan kaki di ITB tiba-tiba aja hujan turun dengan lebatnya. Namun keadaan cuaca yang tidak memungkinkan ini ternyata tidak mengurungkan niat para mahasiswa ITB buat menggelar acara ini. Meski hujan, acara ITB Fair ini tetap berjalanan.

Mungkin sebagian dari wargi Bandung yang membaca artikel ini bakal bertanya-tanya ITB Fair itu apa sech? Jadi ITB Fair itu adalah acaranya mahasiswa ITB yang diadain tiap 2 tahun sekali yang tujuannya adalah memamerkan hasil karya dan inovasi-inovasi yang dibuat oleh para mahasiswa ITB. Jadi buat para wargi Bandung semua yang penasaran, apa aja sech yang udah dibuat ama anak-anak ITB? Di sinilah tempatnya buat menajawab rasa penasaran itu.

Acara yang berlangsung selama 2 hari ini (6-7 Februari 2010) ngga sekedar acara pameran biasa. Di ITB Fair ini juga ada beberapa acara lain yang patut buat diliat oleh wargi Bandung semua. Misalnya aja pemecahan rekor MURI, panggung kesenian, art performance, donor darah, talkshow, dan tentu aja malam puncaknya. Oh ya acara ini didukung oleh Telkom Indonesia, Pertamina, dan ExxonMobile sebagai sponsor utamanya.

Unfortunately, hujan lebat yang mengguyur daerah sekitaran Bandung ini sempet menghambat jalannya acara ini. Talkshow Gading-Gading Ganeca yang harusnya diadain siang itu di Tugu Soekarno tampaknya tidak terlaksana, Lapangan CC Timur yang harusnya diisi oleh kegiatan mural dan aksi para skaters juga tampak sepi. Menggelar acara outdoor di musim penghujan kayak sekarang ini emang bukan ide yang bagus.


Untuk karya-karya yang ditampilin di sini bisa dibilang cukup ok. Ada robot yang bisa dikendalikan suara dan memiliki webcam, Peta Indonesia dari bahan sampah (yang memperoleh penghargaan dari MURI, atau pigura dengan gambar yang bisa bergerak. Tapi sayangnya yang ada di sini cuma sebatas barang pameran, berbeda dengan Dies Emas tahun lalu dimana selain stand dari ITB, ada juga stand dari perusahaan besar seperti Telkom Flexi dan Indosat yang menjual macam-macam handphone dan modem. Telkom buka stand juga kali ini tapi sayangnya mereka tidak menjual produk apapun. kalopun ada yang berjualan paling cuma PT. Kereta Api Indonesia yang menyediakan pelayanan untuk pemesanan tiket kereta.


Jika dinilai secara keseluruhan, acara ITB Fair ini emang patut dikunjungi oleh Wargi Bandung semua, karena selain ada pameran hasil karya mahasiswa ITB di sini juga ada beberapa acara lain seperti talkshow, panggung kesenian, aksi skaters dan masih banyak lagi. Walaupun beberapa acara yang ada sempat tertunda gara-gara hujan yang lebat di hari pertama. Satu hal yang perlu disayangkan adalah jika tahun lalu di acara Dies Emas ada banyak stand yang menjual berbagai produk dengan harga menarik, di sini stand yang ada hanya berupa stand pameran saja. Kalopun ada stand yang berjualan paling hanya PT. KAI dan stand makanan.