Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Oktober 2010

Madame X - Komedi Super Hero Yang Menghibur

Genre: Aksi, Komedi
Sutradara: Lucky Suwandi
Pemain: Amink, Joko Anwar, Fitri Tropica, Titi DJ, Sarah Sechan, Shanty, Marcell Siahaan, Robby Tumewu, Ria Irawan, Vincent Rompies
Rumah Produksi: Kalyana Shira Films
Rating: ***1/2

Buat wargi Bandung semua yang aktif di dunia maya terutama jejaring sosial Twitter mungkin pernah mendengar nama Madame X. Yup, film yang diproduseri oleh Nia Dinata ini emang sempat menjadi buah bibir di kalangan artis selama masa proses shooting-nya beberapa bulan lalu. Kabarnya proses shooting film ini seru banget karena banyak melibatkan nama-nama artis papan atas yang dituntut untuk memerankan peran-peran yang aneh bin ajaib. Tapi apakah hasil akhir film ini seseru proses shooting-nya?

Madame X bercerita tentang seorang waria bernama Adam (Amink) yang bekerja di sebuah salon yang dimiliki oleh Tante Liem (Baby Jim Aditya). Saat sedang merayakan hari ulang tahunnya di sebuah klub khusus gay, Adam bersama teman-temannya yang sebagian adalah waria terjaring razia yang dipimpin oleh Kanjeng Badai (Marcell Siahaan). Di saat itulah Adam terlempar dari truk yang mengangkut dia dan teman-temannya.

Di sanalah dia diselamatkan oleh Om Rudi (Robby Tumewu), pemilik sebuah sanggar tari di Tanjung Awan yang beristri Tante Yanje (Ria Irawan) yang seorang trans gender. Akhirnya Adam pun memutuskan untuk tinggal dan belajar menari di sana. Tanpa di sengaja Adam melihat sosok Kanjeng Badai yang ternyata adalah kandidat presiden suatu partai di televisi. Teringat perlakuan Kanjeng Badai padanya dan teman-temannya, Adam pun memutuskan untuk kembali ke ibu kota untuk membalas dendam dengan berbekal peralatan super hero yang diberikan Om Rudy.

Dari segi tema film ini bisa dibilang cukup menarik: komedi super hero yang banyak mengedepankan hak-hak kaum gay dan lesbian. Tema yang bisa dibilang cukup revolusioner, apa lagi ditambah dengan visualisasi yang colorful dan agak sedikit comical membuat film ini bakal berbeda dari film-film yang pernah wargi Bandung tonton sebelumnya.

Yang paling menonjol dari film ini adalah para pemerannya. Misalnya saja dua teman Adam,: Aline seorang waria cerewet yang diperankan Joko Anwar dan Cuncun, cewek lesbian yang diperankan Fitri Tropica. Terus ada Din, seorang jenius fisika yang kehilangan suaranya. Dan jangan tiga istri Kanjeng Badai yang diperankan oleh Sarah Sechan, Titi DJ, dan Shanty. Tokoh-tokoh inilah yang membuat film ini jadi lebih menyenangkan buat ditonton.

Film ini bisa dibilang film yang cukup bagus overall, walaupun menurut Cical setting dan visualisasi dunia antah berantahnya tidak sekuat dua film Joko Anwar yang terakhir: Kala dan Pintu Terlarang. Tapi paling tidak film ini punya ide yang fresh dan cukup menghibur buat ditonton wargi Bandung.

Klik di sini untuk liat jadwal nonton film di 21 / XXI, Klik di sini untuk Blitz Megaplex Paris Van Java.

Rabu, 22 September 2010

Darah Garuda - Lebih Banyak Aksi

Genre: Drama Perjuangan
Sutradara: Yadi Sugandi
Pemain: Lukman Sardi, Darius Sinatria, Donny Alamsyah, Zumi Zola, T. Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin, Atiqah Hasihola, Ario Bayu, Alex Komang, Rudy Wowor
Rumah Produksi: Pt Media Desa Indonesia, Margate House
Rating: ***1/2

Tahun lalu Merah Putih, film laga tentang perjuangan di masa agresi militer Belanda menuai kesuksesan di Indonesia. Film yang dipersembahkan oleh PT Media Desa Indonesia ini memang hebat. Selain karena tema ceritanya yang jarang sekali dipakai di film-film indonesia terbaru, sinematografi dan spesial efek dari film ini juga benar-benar digarap dengan sangat baik. Ngga mengherankan karena film ini digarap oleh para sineas yang berpengelaman menangani film-film laga seperti Adam Howarth (Saving Private Ryan, Black Hawk Down), John Bowring (The Matrix, The Thin Red Line, Australia, Wolverine).

Sesuai dengan rencana awalnya, Merah Putih merupakan sebuah film trilogi dan tahun ini jilid kedua dari film ini yang berjudul Darah Garuda dirilis. Apakah film garapan dua sutradara Yadi Sugandi dan Conor Allyn ini bisa menuai kesuksesan seperti film terdahulunya?

Menyambung dari film sebelumnya, setelah berhasil menghancurkan iring-iringan truk bahan bakar yang ditumpangi oleh Van Gaartner (Rudy Wowor) dan menyelamatkan teman-teman mereka: Senja (Rahayu Saraswati) dan Melati (Astri Nurdin); Marius (Darius Sinatria), Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), dan Dayan (T. Rifnu Wikana) berencana untuk bergabung dengan tentara perjuangan yang dipimpin oleh Jendral Sudirman.

Di sanalah mereka mendapat tugas baru: menghancurkan lapangan udara yang sangat vital bagi tentara Belanda di Jawa Barat. Ini bukanlah tugas yang mudah apa lagi sepanjang perjalanan mereka bertemu dengan banyak orang baru yang berpotensi berkhianat: kelompok separatis islam yang dipimpin oleh Kyai (Alex Komang) dan juga Sersan Yanto (Ario Bayu), seorang gerilya tangguh yang merangkap sebagai mata-mata Belanda. Bisakah mereka melaksanakan tugas mereka?

Agak sedikit susah buat menilai film ini. Di beberapa bagian film ini cukup memuaskan tapi ada beberaoa bagian dari film yang agak mengecewakan buat Cical. Dari segi alur cerita film ini bisa dibilang lebih baik dari film sebelumnya. Ada lebih banyak kejutan buat penonton jadi buat wargi Bandung yang pernah menonton film sebelumnya ngga akan merasa film ini punya alur yang sama.

Dari segi perlengkepan senjata film ini juga memiliki koleksi persenjataan yang lebih beragam dari film sebelumnya. Kalau persenjentaan lebih banyak udah pasti bakal banyak ledakan di film ini. Dan ya film ini punya banyak ledakan yang lebih menggelegar dan berani salah satunya adalah ledakan yang ada di gedung Lawang Sewu. Sebuah spesial efek yang hebat dan berani mengingat Lawang Sewu adalah salah satu gedung cagar budaya di Semarang.

Sayangnya ada beberapa bagian dari film ini yang agak sedikit lemah. Misalnya saja pemilihan setting lawang sewu. Lawang Sewu emang setting yang bagus untuk film seperti ini tapi kalo bicara masalah otentik semua orang juga tau kalo Lawang Sewu ada di Semarang, Jawa Tengah bukan di Jawa Barat. Kenapa ngga mencari lokasi gedung tua di Jawa Barat? Belum lagi visualisasi gedung Lawang Sewu yang terlihat seperti gedung tua yang sudah lama ditinggalkan di beberapa bagian. Kalo emang settingnya tahun '47 harusnya gedung ini harus terlihat lebih "terawat".

Bicara masalah otentik Cical juga agak kecewa karena film ini agak sedikit kekurangan fakta sejarah nyata dari ceritanya. Apakah ada mayor Belanda bernama Van Gaartner saat itu? Kelompok separatis islam yang mana yang mereka temui di perjalanan? Lalu dimanakah lokasi lapangan udara yang jadi target mereka? Jika fakta-fakta sejarahnya lebih lengkap mungkin pertanyaan-pertanyaan ini bisa terjawab.

Darah Garuda emang bukan film yang sempurna tapi jika dibandingkan film sebelumnya film ini banyak sekali mengalami peningkatan. Walaupun semuanya akan lebih baik kalo fakta sejarah yang berhubungan di film ini bisa lebih dilengkapi lagi.

Minggu, 25 Juli 2010

Inception - Layak Dapet Oscar

Genre: Thriller, Action, Drama
Sutradara: Christopher Nolan
Pemain: Leonardo DiCaprio, Marion Cotillard, Ellen Page, Joseph Gordon Levitt, Tom Hardy, Ken Watanabe, Cillian Murphy
Distributor: Warner Bros Pictures
Rating: *****


Semenjak diluncurin beberapa waktu lalu Inception, sebuah drama thriller karya sutradara Christopher Nolan udah menjadi pembicaraan banyak orang. "Inception unlike any other movie you've ever seen" kurang lebih itulah tweet yang sering cical baca akhir-akhir ini di Twitter. Tapi film ini emang bener-bener berbeda dari film-film Hollywood yang pernah kita liat sebelumnya?

Sebelum membahas apa itu insepsi wargi Bandung harus tau dulu apa makna dari ekstrasi. Ekstrasi adalah suatu keadaan dimana seseorang memasuki pemikiran orang lain melalu mimpi dan mencuri ide atau informasi penting yang dimiliki orang tersebut. Nah Insepsi adalah kebalikan dari itu, seseorang menanamkan idenya kepada orang lain melalui mimpi dan meyakinkan orang itu bahwa dia yang memiliki ide itu.

Kurang lebih itulah yang menjadi misi Dom Cobb (Leonardo DiCaprio) di film ini. Dom Cobb adalah seseorang yang ahli dalam bidang curi-mencuri ide melalui mimpi. Dom tidak sendirian dalam menjalani misinya, dia memiliki tim khusus yang membantunya: Ariatne (Ellen Page) sang arsitek mimpi, Gordon (Joseph Gordon Levitt) orang kepercayaan Dom, Forger (Tom Hardy) yang jago menyamar.

Dom dan timmnya diminta untuk menjalani misi insepsi ini oleh Saito (Ken Watanabe) seorang pengusaha yang ingin menghancurkan bisnis saingannya. Saito berharap melalui insepsi yang ditanamkan kepada Richard Fischer (Cillian Murphy) bisa membuat pewaris bisnis saingannya itu enggan melanjutkan bisnisnya. Imbalannya? Kebebasan Dom dari tuduhan membunuh istrinya, Mal (Marion cotillard) dan kesempatan untuk bertemu kembali dengan anak-anaknya.

Buat Cical Inception adalah film yang ambisius. Seusuai dengan tweet-tweet yang Cical baca di twitter, film ini emang ngga seperti film-film yang pernah Cical liat sebelumnya. Cerita yang sangat kompleks, konsep dunia mimpi yang beberda dari yang pernah Cical tau, adegan perkelahian minus gravitasi ala The Matrix tapi lebih baik, dan masih banyak kejutan lainnya. Nolan membuat film ini sesempurna mungkin, tampaknya dia mengincar Oskar taun depan untuk film ini. Buat Cical sendiri film ini emang layak dapet oskar terutama original Scoring-nya yang emang ruarrr biasa.

Saran Cical buat wargi Bandung yang pengen nonton film ini cuma satu: konsentrasi. Film ini ceritanya kompleks sekali dan butuh pemikiran ekstra buat memahami jalan cerita filmnya. Cical Ngga mau spoil lebih banyak lagi tentang film ini yang jelas Inception adalah film (sejauh ini) terbaik tahun ini. Dan kalo bicara masalah oskar. Film ini emang wajib masuk oskar. Pokoknya wargi Bandung wajib banget dech nonton film yang satu ini!

Klik di sini untuk liat jadwal nonton film di 21 / XXI, Klik di sini untuk Blitz Megaplex Paris Van Java.

Selasa, 08 Juni 2010

Shrek Forever After - Chapter Penutup, Cerita Lebih Dewasa

Genre: Animasi, Komedi
Sutradara: Mike Mitchell
Pengisi Suara: Mike Myers, Cameron Diaz, Eddie Murphy, Antonio Banderas, Walt Dohrn, Julie Andrews, John Cleese
Distributor: Paramount Pictures
Rating: ***1/2


Ketika Shrek The 3rd diluncurin tahun 2007, banyak sekali orang yang kecewa dengan film animasi dari Dreamworks Studio ini. Banyak sekali yang menganggap seri ketiga dari film Shrek ini ngga dapet gregetnya seperti 2 seri sebelumnya. Makannya sebagai permintaan "maaf" dan sekaligus penutup dari kisah Shrek yang sudah ada, Shrek Forever After pun dirilis.

Untuk chapter terakhir dari film ini Dreamworks terlihat cukup serius menggarapnya, terutama dari segi ceritanya. Shrek (Mike Myers) yang sudah menikah dengan Fiona (Cameron Diaz) dan memiliki tiga orang anak merasa bosan dengan keseharian yang dilakukannya. Keadaan ini dimamfaatkan oleh Rumpelstiltskin (Walt Dohrn) untuk kepentingannya sendiri. Dia membujuk Shrek untuk menandatangani kontrak sekali dalam seumur hidup dimana dalam satu hari dia bisa kembali menjadi Ogre yang ditakuti dan terbebas dari komitmen yang sekarang dia miliki.

Sayangnya semuanya tidak seperti yang dia harapkan. Shrek malah dibawa pada suatu kenyataan alternatif dimana dia tidak pernah lahir ke dunia, kerajaan Far Far Away dikuasai para penyihir jahat yang dipimpin oleh Rum. Dan tentu saja Shrek tidak pernah menyelamatkan Fiona, bertemu dengan Donkey, dan tentu saja tidak memiliki 3 orang anak. Satu-satunya jalan untuk memperbaiki semuanya adalah dengan mencari cinta sejati Shrek, yaitu Fiona dan mendapat ciuman darinya sebelum hari itu berakhir. Apakah Shrek berhasil membuat Fiona jatuh cinta lagi padanya dan mendapat ciuman dari cinta sejatinya.

Di sinilah Shrek Forever After terlihat lebih baik dari sebelumnya. Josh Klausner, sang penulis skenario film ini berhasil membawa krisis yang sering dialami pria yang sudah berkeluarga di kehidupan nyata: mengalami kebosanan dengan rutinitas sehari-hari dan berusaha keluar darinya. Kedengerannya emang lebih dewasa tapi cerita seperti ini cukup revolusioner untuk sebuah film animasi.

Dari segi humornya sendiri film ini cukup kuat buat mengocok perut wargi Bandung semua yang nonton. Banyak sekali adegan-adegan yang lucu seperti Puss In The Boots yang menjadi gemuk setelah pensiun, dan Donkey, yang ngga berhenti mengoceh. Walaupun memang tidak sebaik yang kita lihat di dua film Shrek yang pertama.

Sebagai chapter terakhir dan permintaan "maaf" dari Dreamworks, Shrek Forever After bisa dibilang cukup baik. Lebih baik dari seri ketiganya tapi belum bisa menyamai greget dua film pertamanya. Setidaknya Shrek kali ini bisa berakhir bahagia selamanya. Oh ya versi 3D dari film ini juga layak ditonton juga loh, cukup seru buat wargi Bandung yang ingin sensasi lain selain hanya sekedar nonton film biasa.

Klik di sini untuk jadwal nonton di 21 / XXI. Atau klik di sini untuk jadwal nonton film di Blitz Megaplex.

Sabtu, 08 Mei 2010

Menculik Miyabi - Peran Miyabi-nya Sangat Sedikit

Genre: Komedi
Sutradara: Findo Purnomo
Pemain: Maria Ozawa, Stephanie Pa, Nicky Tirta, Herfits Novianty, Kevin Julio, Ricky Mocil
Rumah Produksi: Maxima Pictures
Rating: **


Masih inget ngga wargi Bandung ama Maria Ozawa alias Miyabi? Mantan bintang porno jepang yang sempet jadi kontroversi gara-gara dikabarin bakal main film di Indonesia. Setelah beberapa bulan berlalu semenjak kabar heboh kedatangan Miyabi, film yang Menculik Miyabi yang tadinya diperkirakan ngga akan dilanjutkan ternyata berhasil dirilis jumat (07/05) kemaren. Dan tentu saja dengan masih mempertahankan Miyabi sebagai pemain utama. Apakah film ini bakal menjadi kontroversi?

Ceritanya berawal ketika Miyabi berencana datang ke Jakarta untuk menjemput pemenang undian berhadiah. Tapi rencana itu menjadi kacau ketika Miyabi lupa membawa pasportnya ketika akan pergi ke bandara. Sementara itu di Jakarta 3 sekawan Kevin, Bimo, Aan tanpa sengaja mengetahui kabar menghebohkan itu. Akhirnya merekapun datang ke bandara untuk melihat langsung kedatangan Miyabi. Namun di bandara terjadi kekacauan, seorang gadis asal China bernama Mie Yao Bie disangka sebagai Miyabi dan dikejar-kejar oleh para fans Miyabi. Karena ingin menjadi pahlawan, Aan pun memaksa kedua temannya untuk "menyelamatkan" gadis yang ia sangka Miyabi itu. Mie Yao Bie, gadis asal Cina yang disangka mirip Miyabi ini diperankan oleh Stephanie Pa, bintang film asal hongkong yang bukan pemain film porno.

Perlu wargi Bandung ketahui, film yang ditulis oleh Raditya Dika ini kabarnya memiliki banyak sekali "penyesuaian" di dalam ceritanya semenjak banyak sekali yang memprotes kedatangan Miyabi ke Indonesia. Nah inilah yang menjadi pertanyaan Cical dan Zkeey sepanjang menonton film ini: Bagian manakah yang "disesuaikan"?

Hal pertama yang paling terlihat adalah peran Miyabi sendiri. Sepanjang film ini tidak ada penjelasan langsung mengenai profesi Miyabi yang dulunya seorang bintang porno. Belum lagi semua adegan yang menampilkan Miyabi diambil di Jepang (Ngga ada satupun yang diambil di Indonesia). Porsi adegan-adegan Miyabi inipun bisa dibilang sangat sedikit untuk seorang bintang utama. Kenapa ngga jadiin Stephanie Pa aja sebagai bintang utamanya? Di sinilah keliatan banget kalo Maxima Picture ingin memamfaatkan kontroversi Miyabi agar orang-orang mau menonton film ini.

Dari segi cerita sendiri film ini bener-bener standar banget. Jalan cerita dangkal, bodorannya garing, acting orang-orangnya kaku dan lebay semua. Bener-bener standar film komedi slap stick Indonesia akhir-akhir ini. Walaupun film ini terbilang sangat hati-hati sekali kalo dibandingin ama film-film sejenisnya, nyaris tidak ada adegan panasnya. Mungkin di sinilah satu lagi penyesuaian yang dibuat Raditya Dika.

Setelah menonton film ini Cical dan Zkheey bisa menyimpulkan kalo film ini emang buruk. Kalopun Miyabi berhasil didatangkan ke Indonesia film ini bakal tetep buruk. Ok mungkin film ini bakal lebih nakal dan bebas kalo ngga ada kontroversi masalah Miyabi tapi tetep aja film ini bakal buruk. Tapi kalo misalkan wargi Bandung keukeuh pengen nonton film ini karena penasaran ama Miyabi mangga, klik di sini buat liat jadwal nonton di 21 / XXI atau klik di sini untuk Blitz Megaplex PVJ.

Selasa, 04 Mei 2010

Iron Man 2 - Sekuel Yang Mengecewakan

Genre: Action
Sutradara: Jon Favreau
Pemain: Robert Downey Jr., Gwyneth Paltrow, Scarlett Johansson, Samuel L Jackson, Mickey Rourke, Sam Rockwell
Rumah Produksi: Paramount Pictures
Rating: ***


Dari sekian banyak film yang paling ditunggu di tahun 2010 nama Iron Man 2 mungkin ada di daftar teratas. Seperti yang wargi Bandung tau, film pertama Iron Man berhasil meraup keuntungan cukup besar yakni sekitar US$ 318 juta. Makannya ngga heran kalo film arahan sutradara Jon Favreau dibuat sekuelnya.

Iron man 2 mengambil cerita 6 bulan setelah kejadian di film pertamanya. Saat itu Tony Stark (Robert Downey Jr.), sang Iron Man berhasil membawa kedamaian dan menjadi pahlawan bagi semua orang. Pemerintah Amerika ingin Tony Stark berbagi teknologi Iron Man dengan militer. Namun Tony menolak karena takut teknologi yang dimilikinya akan disalahgunakan oleh pemerintah.

Keadaan bertambah parah ketika Tony diserang oleh Ivan Vanko (Mickey Rourke), seorang ilmuwan misterius asal Rusia yang memiliki senjata berupa cambuk yang memiliki daya listrik yang mematikan. Di sinilah semuanya menjadi masalah. Kepercayaan terhadap Iron Man berkurang dan Justin Hammer (Sam Rockwell), seorang pengusaha licik saingan Tony Stark diam-diam mengajak Ivan Vanko untuk merancang mesin yang bisa menyaingi Iron Man.

Film ini banyak sekali diramaikan dengan nama-nama besar Hollywood. Selain Robert Downey Jr. dan Mickey Rourke ada Gwyneth Paltrow yang berperan sebagai Pepper Pots, asisten pribadi Tony Stark; si seksi Scarlett Johansson yang berperan sebagai sekertarisnya; ada juga Samuel L Jackson yang berperan sebagai Nick Fury anggota dari satuan S.H.I.E.L.D. yang akhirnya akan berubah menjadi War Machine. Oh ya jangan lupakan juga penampilan dari mendiang Adam Goldstein alias DJ AM yang berperan sebagai dirinya sendiri.

Buat Cical film ini agak sedikit mengecewakan. Ok ada banyak adegan action yang penuh spesial efek walaupun ngga sebanyak film pertama. Pertarungan terakhir Iron Man dengan Ivan Vanko juga sangat mengecewakan. Terlalu singkat dan sederhana. Ngga heran kalo banyak yang suka dengan film pertama Iron Man jadi kecewa setelah nonton sekuelnya ini.

Jalan ceritanya juga terlalu predictable. Ada orang baik, ada orang jahat, ada orang baik yang ingin berbuat baik tapi salah jalan, dan akhir orang baik berhasil mengalahkan orang jahat. Jalan ceritanya terlalu biasa dan ngga ada sesuatu yang revolusioner seperti film The Dark Knight. Sayang banget, mengingat banyak nama-nama besar yang besar yang bermain di sini.

Tapi semuanya terserah wargi Bandung untuk menilai film ini seperti apa. Buat Cical film ini terlalu biasa dan ngga revolusioner untung aja semuanya agak sedikit tertutupi dengan spesial efek dan aksi yang memukau walaupun sayang ngga sebanyak yang ada di film pertamanya. Klik di sini untuk liat jadwal nonton di 21 / XXI. Klik di sini untuk Blitz Megaplex PVJ.

Selasa, 20 April 2010

The Road - Drama Masa Depresi

Genre: Drama, Thriller
Sutradara: John Hillcoat
Pemain: Viggo Mortensen, Kodi Smit McPhee, Charlize Theron, Robert Duvall, Guy Pearce
Rumah Produksi: Dimension Films
Rating: ***

The Road mungkin salah satu film yang ngga menarik perhatian Cical waktu pertama kali muncul di bioskop. Tapi semuanya berubah hari senin kemaren. Awalnya Cical mau nonton The Book Of Eli hari itu. Tapi begitu ngecek imdb.com ternyata film The Road punya nilai yang jauh lebih tinggi dari The Book Of Eli. Makannya untuk menjawab rasa penasaran, Cical pun dateng ke Blitz Megaplex buat nonton film ini.

Setting film ini cukup unik: masa yang ngga terlalu jauh dari sekarang, dimana dunia mengalami masa depresi yang berat. Bumi udah ngga nyaman lagi buat ditinggalin, suplai makanan hampir habis, pepohonan mengering, yang ada hanya segelintir orang yang ingin bertahan hidup dengan berbagai cara. Tidak ada penjelasan pasti mengapa hal ini bisa terjadi.

Film ini berpusat pada kisah perjalanan seorang lelaki dengan anaknya yang diperankan oleh Viggo Mortensen dan Kodi Smit-McPhee. Di masa yang penuh ketidakpastian ini mereka melakukan perjalanan menuju pantai. Mereka berharap bisa menemukan harapan baru di sana. Sang ayah digambarkan sebagai seorang yang sangat keras kepala dan ingin melindungi anaknya sedangkan sang anak digambarkan sebagai seorang yang rapuh tapi tetap memiliki perasaan yang manusiawi terhadap siapa saja.

Di beberapa bagian, ada kilas balik yang menggambarkan kehidupan sang ayah dengan istrinya, yang diperankan oleh Charlize Theron sebelum masa depresi. Entah kenapa kilas balik ini sama sekali ngga ada hubungannya dengan cerita utama. Agak sedikit aneh emang tapi mungkin ini sengaja disisipin sebagai gambaran bahwa memori indah adalah satu-satunya hal yang biasa terngiang di masa depresi seperti itu.

Secara keseluruhan film ini sebenernya sangat sederhana. Ngga ada spesial efek yang khusus, visualisasinya pun sangat suram. Tapi nilai cerita dari film ini sangat kuat. John Hillcoat sebagai sutradara tampaknya berhasil menggambarkan masa depresi yang realistis dan juga menyentuh. Sesuatu yang jarang diperlihatkan di film-film dengan tema yang sama seperti Resident Evil: Extinction atau bahkan The Book of Eli.

Menurut Cical film ini cukup layak ditonton wargi Bandung terutama mereka yang merupakan penggemar film serius. Ceritanya cukup unik dan punya visi yang bagus walaupun untuk beberapa wargi Bandung film ini agak sedikit membosankan. Oh ya film ini cuma diputer di Blitz Megaplex loh jadi kalo mau nonton langsung aja dateng ke Paris Van Java. Klik di sini untuk jadwal nontonnya. 

Selasa, 06 April 2010

Clash of The Titans - Film Kolosal Yang Kurang Megah

Genre: Action, Adventure
Sutradara: Louis Leterrier
Pemain: Sam Worthington, Liam Neeson, Gemma Arterton, Alexa Davalos, Ralph Fiennes
Rumah Produksi: Warner Bross Pictures
Rating: ***

Kalau melihat trailer filmnya yang sudah beredar sejak beberapa bulan lalu pasti wargi Bandung semua penasaran ama Clash of The Titans. Film arahan Louis Leterrier ini emang penuh resiko dan pertaruhan. Apakah film kolosal remake dari tahun 1981 bisa menyaingi kejayaan film Avatar? Mengingat film ini memiliki bintang utama yang sama dengan Avatar yaitu Sam Worthington, dan juga dibuat versi 3D-nya karena melihat kesuksesan film Avatar.

Naskahnya sendiri ditulis oleh Travis Baecham (Dog Days of Summer), Phill Hay dan Matt Manfredi (Aeon Flux). Cerita dari film aslinya tetap dipertahankan: Perseus, manusia setengah dewa yang merupakan salah seorang anak Zeus bertualang untuk mencegah agar Hades tidak berkuasa di bumi. Petualangan Perseus sendiri tidak mudah karena dia harus menghadapi banyak musuh seperti kalajengking raksasa, Medusa, dan Kraken.

Film ini emang ingin mengangkat mitologi Yunani menjadi suatu cerita kolosal yang lebih pop. Tapi untungnya sisi mitologi di film ini sedikit lebih diperhatikan dibanding Percy Jackson. Meskipun begitu wargi Bandung yang mengerti mitologi Yunani pasti menemukan banyak perbedaan dengan versi aslinya. Misalnya saja Io ternyata hanya manusia biasa yang dikutuk oleh dewa, Pegasus yang berwarna hitam, serta kemunculan monster Kraken yang sebenernya ngga ada hubungannya dengan mitologi Yunani. Tapi Kisah Perseus sendiri sebenernya ada di mitologi Yunani, hanya sayangnya di versi aslinya dia bukanlah anak dari Zeus.

Sebagai film kolosal, udah barang tentu banyak hal fantastis dalam proses produksi Clash of The Titans . selain mencipyakan senjata sendiri, ada 3000 kostum untuk 285 figuran yang ditangani 50 orang perancang kostum. Yang lebih fantastis untuk beberapa adegan aksi, Leterier sengaja memakai empat crane camera agar adegan aksinya terekam dengan sempurna.

Sayangnya banyak sekali hal yang membuat film ini jadi kurang menggigit. Pertama adalah durasi filmnya yang cuma 112 menit. Hal ini menyebabkan jalan ceritanya jadi terkesan cepat dan sempit, satu hal yang sedikit aneh untuk sebuah kolosal mengingat film kolosal biasanya berdurasi lebih dari dua jam dan cerita yang ditawarkannya juga sangat luas. Mungkin Leterier sengaja melakukan ini karena dia ingin membuat film kolosal dengan aksi cepat yang nonstop. Sayangnya langkah inilah yang membuat Clash of The Titans menjadi kurang megah di banding film kolosal macam Lord of The Rings, atau Avatar.

Perubahan format menjadi 3D juga sebenernya kurang berpengaruh ke hasil akhir film ini. Karena sejak awal Clash of The Titans dibuat untuk format 2D sehingga hampir tidak ada adegan yang dimaksimalkan untuk dilihat dalam format 3D. Jadi buat wargi Bandung yang berencana nonton film ini dalam format 3D harus berpikir-pikir dulu.

Bagaimanapun juga Clash of The Titans ini tetaplah film kolosal yang menghibur. Selain penuh dengan aksi, spesial efek yang ada di film ini juga ngga kalah dengan film-film box office Holywood lainnya. Klik di sini untuk liat jadwal nonton film di 21 / XXI. Klik di sini untuk jadwal nonton di Blitz Megaplex Paris Van Java.

Kamis, 25 Maret 2010

Te[rekam] - [Rec] Wannabe

Genre: Thriller/Horror
Produser: Lucky Lukman Hakim
Pemain: Olga Lidya, Julia Perez, Monique Henry
Rumah Produksi: Batavia Pictures
Rating: **

Waktu pertama kali lihat poster Te[rekam] pasti wargi Bandung semua udah bisa menebak film apa yang jadi influence untuk membuat film ini. Yup apa lagi kalo bukan [Rec], film horror sensasional asal Spanyol yang mengambil sudut pandang langsung dari footage kamera. Tapi apakah film ini mengkopi [Rec] abis-abisan seperti posternya?

Film ini agak sedikit membingungkan memang. Kabarnya rekaman film ini diambil dari rekaman nyata ketika Olga Lidya yang mengajak dua orang temannya Julia Perez dan Monique Henry menginap di rumah salah seorang teman Olga, yaitu Siska (ngga muncul di film ini). Olga saat itu berniat untuk menggarap sebuah film horror dan surveinya dilakukan di rumah temannya itu tadi. Untuk keperluan dokumentasi Olga memasang kamera di hampir sudut rumah. Tanpa dia sadari, selain merekam semua kegiatan mereka di rumah itu kamera-kamera itu juga merekam penampakan hantu yang bergentayangan di rumah itu.

Lalu yang jadi pertanyaan apa bener film ini memang berdasarkan dari rekaman asli? Cical sendiri bisa mastiin kalo film ini fiktif belaka. Kabar keaslian rekaman ini emang sengaja dimanfaatin agar filmnya laku. Lagi pula dari penampakan hantu yang muncul keliatan jelas kalo hantunya bohongan. Hantunya terlihat sangat solid, beda banget sama rekaman-rekaman penampakan yang biasanya berupa bayangan.

Secara teknis sendiri film ini emang banyak meniru film [Rec] misalnya adegan terkurung di ruangan gelap hanya dengan berbekal kamera dengan fitur night vision. Adegan itu bisa dibilang trademarknya film [Rec] namun sayang walaupun adegan ini meniru, Te[rekam] gagal memberikan suasana sangat mengerikan yang diberikan [Rec] di adegan yang sama.

Untungnya Te[rekam] ngga serta-merta mengkopi [Rec] abis-abisan. Ada beberapa unsur film lain yang di masukan ke film ini sehingga terasanya film ini jadi lebih fresh untuk ditonton. Misalnya aja sesi wawancara yang ditampilkan di awal dan akhir film ini. Mengingatkan Cical pada film The Forth Kind. Terus rekaman dari beberapa kamera dipasang Olga mengingatkan ama film Paranormal Activity dan District 9. Yang perlu disayangkan mungkin penambahan background music yang sebenernya ngga terlalu penting untuk film dengan model seperti ini.

Jadi apa film ini layak untuk di tonton? Well, kalo wargi Bandung semua mungkin pengen banget nonton dalam waktu deket dan ngga sabar nunggu film holywood macam Shutter Island atau Green Zone, film ini bisa jadi hiburan walaupun ngga ada yang bener-bener spesial di dalamnya. Paling ngga wargi Bandung bisa nonton acting konyol si sexy Julia Perez yang mungkin bisa mengundang banyak tawa.

Klik di sini untuk melihat jadwal nonton di 21 / XXI atau klik di sini untuk jadwal nonton di Blitz Megaplex Paris Van Java.

Selasa, 16 Maret 2010

"Affair, Film Bioskop Rasa FTV"

Genre: Thriller/Horror
Sutradara: Nayato Fio Nuala
Pemain: Sigi Wimala, Garneta Haruni, Dimaz Aditya, Monique Henry
Rumah Produksi: Kharisma Starvision Plus
Rating: ** dari *****

Affair, begitu ngedenger judulnya ja wargi bandung pasti bisa nebak what the movie is about. Yep, pastinya film ini soal perselingkuhan. Suatu tema yang wajar, biasa, dan mafhum terjadi di kehidupan nyata. Tapi perselingkuhan macem apa yang disajikan di film kesekian besutan Nayato ini??? Perselingkuhan yang dijinkan mungkin jawaban yang tepat. Demi membahagiakan hidup Reta (Sigi Wimala) yang konon bersisa tiga bulan lagi, Santi (Garneta Haruni) bersedia nyerahin Daniel (Dimaz Aditya), pacarnya buat jadi pacar Reta. Pasalnya, Santi ga mau nyakitin perasaan Reta yang udah jadi sahabatnya dari kecil apalagi keluarga Reta pernah nyelametin hidupnya. So, Santi dan Daniel sengaja nyembunyiin status mereka di depan Reta. Ironisnya, Reta toh udah tau hubungan itu karena dia pernah mergokin Santi dan Daniel mesra-mesraan di kantin kampus. Mungkin karena udah terlanjur cinta dan berani mati demi Daniel, Reta pun pura-pura mengidap kanker otak supaya tujuan dia tercapai. Sayangnya, udah setahun lebih Reta tetap sehat wal afiat. Hubungan Reta-Daniel malah makin mesra. Santi pun cemburu berat dan tepat di hari ulang tahun Daniel, Santi ngebunuh memutilasi badan Reta. Daniel dan Santi berusaha ngebuang potongan badan Reta yang udah dimasukin ke dalem koper. Sayangnya, di tengah perjalanan mereka kecelakaan karena pengaruh arwah Reta.

Got it??? Kalo ngeliat alur ceritanya seh ga jauh beda sama FTV yang tiap hari diputer di TV nasional. Bahkan mungkin untuk sekelas film bioskop, Affair lebih buruk dari FTV-FTV itu. Fiuuhhh...maafkan diriku harus berkata demikian. Alih-alih menghadirkan sosok "hantu cantik" atau eksplorasi alur cerita yang digembar-gemborkan sebuah koran nasional, Affair buat zkheey cuma isapan jempol dan numpang lewat.

Moreover, durasinya pun cuma satu jam lima belas menit aja. Jauh lebih singkat dari acara "Take Me Out Indonesia" yang makan waktu tiga jam lebih. Sayangnya, zkheey cukup mensyukuri masalah ini, karena toh ending filmnya dah bisa ketebak. Twist yang dihadirkan pun basi dan ga istimewa. Tapi gimana dengan openingnya??? sama aja... all I wanna say "Apaan seehh???" kelemahan-kelemahan inilah yang ga bisa nutupin tata cahaya dan gambar yang katanya sangat jernih dan bagus itu. Soal akting pemerannya??? well, mengulang pernyataan diatas, FTV banget lah. Dimaz sendiri bisa wargi bandung liat di sinetron "Angel" di Trans TV yang tayang tiap hari. Garneta pernah maen di "Pulau Hantu 2" dengan peran yang seksi dan buka-bukaan. Sementara Sigi Wimala...hmmm..gatau kenapa sampe detik ini zkheey ga pernah suka sama akting, penampilan, atau apapun dari dia. Masih inget akting dalem dan mengharukan (lebay) dia di "Tentang Dia" barengan Adinia Wirasti??? I didn't like it and so is this movie. Toh walopun berstatus istri Timothy Tjahjanto, di "Rumah Dara" dia cuma kebagian peran pembantu. Kalo diliat dari aura muka dan pembawaannya, Sigi mungkin mirip Julie Estelle. Tapi buat maenin peran utama dengan tuntutan akting berat, Sigi belom mampu nandingin Julie. Lastly, gimana dengan penampakan hantu, kesan thrilling dan menakutkannya??? hmmm....standar dan biasa khas film-film Starvision. (Zkheey)

Kamis, 11 Maret 2010

Alice In Wonderland - Dunia Wonderland Yang Gotik

Genre: Fantasy, Adventure
Sutradara: Tim Burton
Pemain: Mila Wasikowska, Johnny Depp, Helena Bonham Carter, Anne Hathaway, Crispin Glover, Matt Lucas
Rumah Produksi: Walt Disney Pictures
Rating: ****

Bagi sebagian wargi Bandung, dongeng Alice in Wonderland mungkin bukan sesuatu yang menarik. Tapi kalau mendengar Tim Burton bakal mengangkat dongeng ini ke layar lebar itu baru berita yang menarik! Yup Tim Burton yang terkenal nyentrik itu emang menjanjikan banyak kejutan di film ini. Tapi apakah formula yang diramu oleh Burton ini sukses?

Alice in Wonderland adalah film yang sangat unik dalam berbagai hal. Film ini adalah campuran antara animasi dan karakter nyata, mirip seperti yang kita lihat di film Avatar. Semuanya keliahatan nge-blend banget sampai kadang-kadang kita tidak bisa membedakan mana yang karakter nyata mana yang hanya animasi. Dan dunia Wonderland yang digambarkan Burton pun sangat jauh berbeda dengan berbagai versi Alice In Wonderland yang pernah ada. Bernuansa sedikit gelap dan bernuansa gotik - sangat khas Tim Burton. Lingkungan yang ajaib sangat nyaman untuk dipandang terutama kalo kita menikmati film ini di bioskop 3D, pokoknya ngga kalah dech ama Avatar!


Dan kalo kita bicara tentang karya Tim Burton jangan berharap cerita film ini bakal sama dengan versi-versi yang sudah ada sebelumnya. Yup, ceritanya sangat lain. Di film ini diceritakan kalo kedatangan Alice Kingsley yang berumur19 tahun ini adalah kedua kalinya setelah kedatangan pertamanya saat berumur lima tahun. Dan kedatanga Alice ini memiliki tujuan penting: Membinasakan Jabberwocky dan menumbangkan Red Queen yang kejam dari tahtanya.

Walaupun sebenernya cerita film ini bisa dibilang biasa aja tapi dukungan pemeran yang hebat membuat film ini menjadi layak untuk disimak. Beberapa diantaranya adalah Mad Hatter yang diperankan oleh Johnny Depp, Red Queen yang diperankan oleh Helena Bonham Carter, dan tentu saja White Queen yang diperankan oleh Anne Hathaway. Ketiga karakter ini memang diperankan dengan sangat maksimal oleh para pemerannya.

Overall film ini sangat layak untuk ditonton wargi Bandung semua. Penokohan yang bagus dan visualisasi yang luar biasa khas Tim Burton jelas akan membuat wargi Bandung semua lupa dengan ceritanya yang kelewat standar. Klik di sini untuk melihat jadwal nonton di 21 / XXI. Klik di sini untuk jadwal nonton di Blitz Megaplex Paris Van Java.

Minggu, 21 Februari 2010

The Grand Launching of "Tahubrintiiik.com"


BERITA TERKINI. Setelah sukses dengan proyek karedokbandung.com dan mendapat banyak umpan balik dari para pembacanya sampe jadi nominator blog baru terbaik di ajang "Pesta Blogger 2009" lalu, kali ini Zkheey & Cicalicious berinisiatif meluncurkan proyek terbarunya yaitu "Tahubrintiiik.com". Yup, tahubrintiiik.com adalah situs resmi waralaba makanan tahu brintiiik yang lokasi gerainya menyebar di seluruh Bandung, Cimahi, dan Cirebon. Atas usulan sang pemilik tahu brintiiik, hari ini (22/2/10) jam 02.00 dini hari tadi tahubrintiiik.com resmi diluncurkan ke dunia maya. Zkheey & Cicalicious yakin klo sebagian besar wargi bandung pernah beli dan nyicipin tahu brintiiik kan??? How does it taste??? Pastinya nagih pengen nyoba lagi.

Sama halnya pas karedokbandung ngangkat topik tahu brintiiik di kolom Review. Beberapa hari setelah diposting, banyak wargi Bandung yang nanya soal sistem waralaba (franchise) tahu brintiiik ini. Mungkin klo zkheey itung ada sekitar 10 orang yang nanya lewat kolom "Kontak" di kanan atas karedokbandung. Well, otak pun mulai berputar dan berpikir kalo ini adalah peluang bisnis yang nyata hehehehe....Berbekal nomer telepon Pa Robert yang katanya sang pemilik waralaba ini, zkheey & cicalicious pun menawarkan kerja sama buat bikin situs resmi tahu brintiiik yang emang blom ada. Makanan yang punya slogan "Menggelitik Lidah Sampai Tak Berkutik" ini laku keras dan banyak penggemarnya, so sayang aja klo blom punya situs resmi yang bisa dijadikan referensi, patokan, atau ajang untuk memasarkan tahu brintiiik secara online. Kesepakatan pun tercapai dan HERE WE GO!!! http://tahubrintiiik.com/ AYO KLIK!!!

Wargi Bandung yang pengen klik situs ini harap mengetikkan huruf "I" sebanyak tiga kali. Jadi bukan tahubrintik.com tapi tahubrintiiik.com sesuai dengan nilai filosofis makanan ini yang bisa dibaca di halaman pembuka. Overall, situs ini berisi info lengkap tahu brintiiik secara keseluruhan. Apa itu brintiiik??? kenapa tahu brintiiik??? Siapa pencetusnya??? dll bisa wargi bandung baca di situs ini. Eeeiiitsss...hal yang lebih penting adalah sistem waralaba, harga, dan fasilitas yang didapat wargi Bandung yang berminat beli paket waralaba dan jualan tahu brintiiik di tempat yang diinginkan. Semua info soal waralaba tahu brintiiik ini ada di kolom "info waralaba" dimana wargi bandung bisa milih paket waralaba mana yang sesuai sama kantong wargi bandung buat ngebuka usaha ini. Nah klo udah milih, wargi bandung bisa ngubungin zkheey atau cicalicious di nomer telepon yang dicantumin di kolom "kontak" buat info lebih lanjut dan kerjasama selanjutnya soal waralaba ini, gampang kan??? ditunggu teleponnya yah..ayo berbisnis tahu brintiiik, "Menggelitik Lidah Sampai Tak Berkutik".

Rabu, 27 Januari 2010

"Nine, Petualangan Cinta Guido Contini"

Genre: Drama Musikal
Sutradara: Rob Marshall
Pemain: Daniel Day-Lewis, Marion Cotillard, Penelope Cruz, Nicole Kidman, Kate Hudson, Judi Dench, Fergie, Sophia Loren
Penulis Naskah: Michael Tolkin & Anthony Minghella Penata Musik & Lirik: Maury Yeston
Koreografer: John Deluca

Desainer Kostum: Colleen Atwood

Rumah Produksi: The Weinstein Company & Relativity Media Rating: *** dari *****

Guido Contini (Daniel Day-Lewis) kembali dapet sorotan waktu konferensi pers film terbarunya yang punya ngaran "Italia". Apalagi bintang utama film ini adalah sang mahabintang Claudia Jenssen (Nicole Kidman) yang juga aktris favorit Guido. Di konferensi pers itu juga ada Stephanie (Kate Hudson), reporter majalah Vogue yang cantik nan menggoda dan selama ini menggilai karya-karya Guido. Di sisi lain, ada lagi tokoh Louisa (Marion Cotillard), istri Guido yang setia dan selalu nunggu kedatangan suaminya ke rumah. Tapi seperti kebanyakan pria Italia yang playboy, Guido punya seorang 'misstress' bernama Carla Carlissima (Penelope Cruz). Lucunya, Carla juga seorang perempuan bersuami layaknya Guido yang beristri. Ada juga tokoh Saraghina (Fergie), objek pelampiasan seks Guido di masa kecilnya waktu dia belajar di sekolah katholik yang ketat. Mamanya (Sophia Loren) kayaknya udah ga sanggup ngadepin kelakuan sang anak yang liar bahkan terlalu liar di masa tuanya. Walaupun udah meninggal, sang mama selalu sayang dan muncul tiap kali Guido ngerasa depresi. Di dunia nyata pun Guido punya Lili (Judi Dench), sahabat baik sekaligus penata kostum film-filmnya yang sabar banget dan setia dengerin curhatan-curhatan Guido. Well, it's seems semua perempuan-perempuan itu sangat menggilai sang 'Maestro', begitu biasanya semua orang manggil Guido.


Tapi siapakah Guido ini??? Dia cuma seorang sutradara Italia yang mengalami post power syndrome. Dua film terakhirnya gagal di pasaran walopun sebelum itu semua filmnya digilai penonton. Sampe seorang kardinal Vatikan pun nonton dan suka film-film Guido. Nah, "Italia" adalah tanda comebacknya sang maestro. Wajar kalo para paparazzi bertanya apakah film ini bakal kembali mengangkat popularitas Guido. Ironisnya, Guido sama sekali blom punya naskah buat film ini. Semua masih nol persen, walopun Lili udah ngerancang kostum khusus buat Claudia Jenssen. Makanya ga heran klo Guido ga bisa memaparkan alur cerita "Italia" di depan semua paparazzi. Guido sendiri sibuk memuaskan dirinya akan cinta dan seks. Carla Carlissima yang juga mantan pacar Guido jadi tempat pelampiasan birahinya. Kayaknya dia ga peduli sama perasaan Louisa yang pedih akibat perselingkuhan ini. So, gimana jadinya hubungan Guido-Louisa-Carla? gimana juga nasib film "Italia"???


"Nine" bukanlah film yang sekonyong-konyong siap dihidangkan ke depan para pecinta film. Film yang sebenernya hasil adaptasi Rob Marshall dari film 8 1/2 buatan sutradara Italia Frederico Fellini (1963) ini, pernah diangkat ke pentas broadway berjudul "Nine" (1982 & 2003). Setting Nine nggegambarin kehidupan glamor tahun 1960-an ala Italia. Makanya di film ini wargi bandung bakalan terbuai dengan suasana kota-kota di Italia yang klasik, tenang, sunyi, sekaligus glamor. Untuk memperkuat keglamoran ini, Nine diperkuat koleksi kostum desainer jebolan Piala Oscar, Colleen Atwood. Atwood sukses ngerancang kostum grandeur tiap tokohnya. Kayaknya seh gada peran orang miskin, compang-camping, dan kotor di film ini. Semuanya terlihat faboulus dan fashionista. Termasuk Sophia Loren, aktris kawakan yang udah berumur 75 taun. Coba liat Nicole Kidman yang kliatan bak seorang 'Dewi' atau Kate Hudson dengan kostum bling-bling sesuai perannya sebagai cewek penggoda. Namanya juga film musikal, aneh ja kalo musiknya ga OK. FYI, Semua aktor dan aktris disini nyanyi dengan suara asli mereka sekaligus nari dengan gaya broadway dan koreografi yang mahadahsyat. Tapi toh semuanya total dan tanpa cela. Penelope sebagai perempuan simpenan sukses nyanyi dengan suara manja, menggelinjang dan mendesah ditambah liukan-liukan bodi dia yang aduhai mana tahan. Kate Hudson yang nyanyiin lagu "Cinema Italiano" juga tampil eye-catchy dan megah dengan iringan puluhan penari cowok di belakangnya. Bintangnya, tentu aja Fergie. Dia bener-bener total nyanyiin "Be Italian" yang jadi soundtrack utama film ini. Meskipun kliatan rada gemuk, tapi ekspresi, vokal, dan tariannya luar biasa. Pastinya zkheey terpukau dan gak nyangka kalo aktris hebat kayak Penelope, Marion, Judi, Sophia, bahkan Daniel punya suara bagus dan nyanyi dengan perfecto! How come??? Hollywood gitu loh...


Film musikal mesti punya tata musik yang dahsyat, lagu-lagu berkualitas dan bisa dikenang penontonnya sepanjang masa, kostum yang mendukung, dan yang paling penting aktor dan aktris dengan akting mumpuni. Nine sangat memenuhi semua syarat itu. Walopun menurut zkheey alur ceritanya jauh lebih sederhana dibanding film-film musikal Hollywood kayak "The Sound of Music", "Dreamgirls", "Moulin Rouge" atau "Chicago" yang juga hasil karya Rob Marshall, faktor ini rasanya bisa ditutupin sama kekuatan akting tujuh aktris kualitas oscar ditambah aktor sekaliber Daniel Day-Lewis juga kostum, musik, setting, dll. Ga heran kalo Nine diganjar lima nominasi Golden Globe Award 2010. Siapa tahu juga bakalan sukses besar di Oscar??? Jaminan mutu kan??? (Zkheey)

"Rumah Dara, Saat Semuanya Gakan Baik-Baik Aja"

Genre: Thriller/Slasher
Sutradara: The Mo Brothers (Timothy Tjahyanto & Kimo Stamboel)
Pemain: Shareefa Daanish, Julie Estelle, Imelda Therrine, Arifin Putra, Ruli Lubis, Sigi Wimala, Ario Bayu, Mike Lucock, Daniel Mananta, Dendy Subangil, Aming
Rumah Produksi: Gorylah Pictures, Merah Production, Guerilla Visuals, Nation Pictures, Mediacorp Raintree Pictures
Rating: **** dari *****

Ga mungkinlah zkheey cuma ngasih rating tiga buat film yang udah ditunggu-tungu dari setahun lalu. Gile bener ni film lama banget munculnya. Katanya April 2009, mundur lagi ke Oktober 2009, dan sekarang dijadwal rilis 22/1/10. Di Bandung sendiri filmnya mulai tayang tanggal 21/1 kemaren. Jadi gimana neh pendapatnya wargi bandung??? puas??? atau malah ketakutan??? Reaksi penonton emang beragam. Ada yang kapok makan steak, muntah-muntah, ngeri ngeliat banjir darah di film ini, dll. Zkheey sendiri alhamdullilah ga ampe segitunya seh. Proyek prestisius The Mo Brothers ini emang patut diapresiasi dengan antusias. Ucapan selamat setinggi-tingginya buat Ibudara (Shareefa Daanish) yang dapet gelar Best Actrees di Puchon International Fantastic Film Festival (PiFan) Juli 2009 kemaren gara-gara akting sadisnya di film ini.

Simpelnya, "Rumah Dara" (RD) punya penokohan yang jelas. Layaknya dua kubu di ring tinju, RD punya kubu antagonis dan protagonis. Kubu antagonis diisi Dara (Shareefa Daanish) sang ibu yang dingin, misterius, tajem, menakutkan, abis deh kata-kata zkheey buat deskripsiin dia; Maya (Imelda Therrine) anak perempuan Dara yang cantik, seksi, dan menggoda; Adam (Arifin Putra) anak laki-laki Dara yang tampan, dingin, misterius, tapi ternyata seorang psikopat dan pemburu; Armand (Ruli Lubis) anak sulung Dara yang gemuk dan ga pernah ngomong. Tapi dialah sang penjagal korban-korbannya. Sementara itu di kubu protagonis diisi Ladya (Julie Estelle) tokoh utama sekaligus pemimpin kelompok yang bertahan ampe akhir cerita; Adjie (Ario Bayu) kakak Ladya; Astrid (Sigi Wimala) istri Adjie yang lagi hamil delapan bulan; teman-teman dekat Adjie yaitu Eko (Dendy Subangil) yang jadi penyebab bencana malam itu, Alam (Mike Lucock) yang suka sama Ladya, dan Jimmy (Daniel Mananta).

Pusing dengan penokohan di atas??? jangan, wargi bandung gakan peduli sama kisah pribadi para pemeran protagonisnya. Karena yang ada di RD adalah perjuangan ngindarin gergaji mesin pemotong pohon, celurit, belati, samurai, tusuk konde, hak stiletto, dan benda tajem lainnya. Yup, bahkan hak sepatu pun bisa dijadiin senjata di film ini. Buat wargi bandung yang ga tahan liat lautan darah atau adegan-adegan sadisme radikal RD, siap-siap tutup mata sepanjang film deh. But for me, yang paling menakutkan adalah ekspresi mata Ibu Dara (Daanish) juga voice tone rendah dan pelan yang bikin tambah mistis dan menunjukan kalo dia adalah pusat dari segala ketakutan. Sekilas ekspresi dan suaranya mirip-mirip Suzanna di film-film box officenya. Keren banget lah. Hmmm...kalo aja Eko ga nerima permintaan Maya buat dianterin ke rumahnya, pastilah semua gakan menemui ajalnya di rumah itu. Rumah yang ternyata diisi para penganut sekte "The Serpent". Sekte yang senantiasa ngumpulin stok daging segar untuk mencapai "keabadian", "immortal", alias ga akan pernah mati. Sekte ini punya simbol lingkaran ular sama persis sama tato di leher kiri Ladya. So, apakah Ladya juga penganut sekte "The Serpent"??? I have no idea. Jawabannya mungkin terkuak di sekuel RD yang kedua atau ketiga entar. Yup, di press conference kemaren The Mo Brothers bilang klo RD akan dibuat trilogi. I can't wait that!!! huhuhu...

Astrid pun diracun teh peluruh kandungan, Alam digores belati Maya dan akhirnya sukses dijagal Armand. Sementara Eko, Jimmy, dan Ladya dikurung di ruang tunggu tempat jagal. Gile benerrrr ini film apa VCD pertunjukan Idul Adha??? Berikutnya Ladya ketusuk panah Dara, Jimmy lehernya diputer Adam ampe mati, dan Adjie ampir mati keabisan darah. Hmmm...kurang ngeri gimana coba???? The Mo Brothers sendiri ngaku kalau mereka penggemar film-film klasik semacam “Psycho” dan “The Texas Chainsaw Massacre" dan berniat menggebrak tren horor Asia Timur yang lembut. Jadi ga heran kalo ada adegan-adegan menjijikan kayak di rangkaian film "Saw". Camkan ini!!! RD bergenre horor thriller. Genre yang menurut zkheey mengaduk emosi dan kengerian penontonnya dengan kehadiran tokoh antagonis yang sadis dan menakutkan. Tokoh antagonis disini diwakilin sama Dara. Film lain yang bergenre sama misalnya "I Know What You Did Last Summer" atau tokoh "Freddie Krueger" si jari pisau dan "Jason". Lebih jauh lagi RD punya sub-genre 'slasher' alias film yang nampilin adegan irisan, sayatan, gorokan, potongan, kepala menggelinding, dll. So, jangan samain RD dengan sepasukan film horor lokal ber-tagline "HANTU A,B,C,D" karena emang sama sekali gada hantunya. Okeh????

Well, kalopun mo dicari kekurangannya mungkin ada di scoring dan editing yang kurang megang. Kayaknya sepanjang film zkheey ga denger backsound yang ngedukung adegan-adegan sadis para antagonis itu. Kalopun ada palingan lagu keroncong jaman penjajahan yang dipake di adegan makan malem. Editingnya juga kurang rapi. Mungkin karena masalah sensor (klasik abisss) dari BSF yang susah banget diurusnya ampe molor setaun. Tapi selebihnya, poool abieeessss!!! RD sekarang ada di daftar film horor Indonesia berkualitas barengan "Jelangkung", dan trilogi "Kuntilanak". (Zkheey)

Jumat, 08 Januari 2010

Sherlock Holmes - Bakal Ada Sekuel Lanjutannya

Genre: misteri, action-adventure
Sutradara: Guy Ritchie
Pemain: Robert Downey Jr., Jude Law, Rachel McAdams, Mark Strong
Rumah Produksi: Warner Bros. Pictures
Rating: ****


Sherlock Holmes adalah salah satu novel favorit Cical, Waktu denger kabar kalo Guy Ritchie bakal ngebuat film Sherlock Holmes terus terang aja Cical ngerasa exicted sekaligus worried. Mirip Harry Potter, film Sherlock Holmes juga mengemban beban yang cukup berat. Guy Ritchie harus bisa memuaskan para penggemar serial novel karya Sir Arthur Conan Doyle ini sekaligus bisa menghibur para penonton awam.

Kisahnya berawal ketika Blackwood (Mark Strong) ditangkap dan dieksekusi oleh Interpol karena praktek ilmu hitam yang melibatkan pembunuhan terhadap beberapa gadis muda. Blackwood yang seharusnya sudah mati ternyata bangkit dari kubur dan berniat untuk membalas dendam. Untuk itu Interpol meminta bantuan Holmes (Robert Downey Jr.) dan Dr. Watson (Jude Law) untuk memecahkan kasus ini. Holmes yakin kalau semua yang dilakukan oleh Blackwood cuma tipuan belaka walaupun semua aksi yang dilakukannya sangat meyakinkan. Irene Adler (Rachel McAdams), penjahat sekaligus perempuan yang paling dicintai Holmes juga ikut meramaikan petualangan mereka.

Jujur aja Cical sendiri cukup surprise ngeliat film ini. Mungkin beberapa orang pernah membaca serial novel Sherlock Holmes mungkin kadang ngerasa kalo analisis Holmes agak sedikit ngejelimet buat pembaca awam belum lagi ceritanya yang sangat serius. Tapi analisis Holmes yang kelewat akurat itu dibuat dengan kalimat-kalimat yang sederhana penuh visualisasi yang menarik sehingga film ini menjadi lebih fun dan menarik buat ditonton. Belum lagi unsur humor yang disisipkan di beberapa adegan film ini sehingga wargi Bandung yang menonton film ini ngga akan merasa bosan karena jalan cerita yang terlalu serius. Kerja keras Guy Ritchie di film ini emang pntas dihargai.

Di film ini juga wargi Bandung diajak buat melihat sisi lain Holmes yang ahli ilmu bela diri. Satu lagi poin menarik dari film ini yang mungkin belum Cical temuin di novel dan film-film sebelumnya. Oh ya jangan lupa dengan karakter Dr. Watson yang dibuat agak sedikit berbeda dengan versi novelnya. Di film ini Dr. Watson diperlihatkan sebagai seorang yang banyak mengeluh dan selalu mengambil inisiatif agak sedikit berbeda dengan Dr. Watson versi novel yang mungkin lebih kalem dan sabar.

Setelah menonton film ini sampai habis Cical hampir bisa mastiin kalo film ini bakal dibuat sekuel-nya. So bisa dipastiin film ini bakal seperti film-film James Bond atau Indiana Jones yang dibuat sampai beberapa sekuel. Tapi itupun semuanya tergantung pada Guy Ritchie dan Warner Bros Pictures selaku studio yang membuat film ini.

Overall film Sherlock Holmes versi Guy Richie ini bisa dibilang film yang fun untuk ditonton siapa aja. Banyak hal-hal baru yang mungkin belum pernah diungkap di film-film Holmes sebelumnya misalnya aja kemampuan Holmes dalam ilmu bela diri. So jangan lupa buat nonton film yang satu ini. Klik di sini buat jadwal nonton di 21 / XXI atau klik di sini untuk Blitz Megaplex PVJ.

Kamis, 24 Desember 2009

"Sang Pemimpi, Susahnya Pergi ke Paris"

Genre: Drama
Sutradara: Riri Riza
Pemain: Vikri Septiawan, Rendy Ahmad, Azwir Fitrianto, Lukman Sardi, Nazriel Irham, Mathias Muchus, Rieke Dyah Pitaloka, Landung Simatupang, Nugie, Jay Wijayanto, Yayu Unru
Produser: Mira Lesmana
Rumah Produksi: Miles Film & Mizan Production
Rating: *** dari *****

Bermimpi setinggi apapun gada yang ngelarang. Toh tiap insan wajib bermimpi dan berharap supaya kehidupannya dinamis. The problem now is that to bring the dream into reality is not a simple and easy job. So, gimana cara dapetin mimpi-mimpi itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah mewujudkan mimpi-mimpi itu. Layaknya seorang Anggun C. Sasmi yang bermetamorfosis menjadi diva dunia nan cantik, semua itu pastilah berawal dari mimpi. "Sang Pemimpi" (SP) ngajarin wargi bandung pentingnya bermimpi. Tapi hal yang lebih penting adalah mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Tersebutlah tiga sekawan Ikal (Vikri Septiawan, Lukman Sardi), Arai (Rendy Ahmad, Nazriel Irham), dan Jimbron (Azwir Fitrianto) yang bermimpi suatu saat akan menapakkan kaki di Paris, Prancis. Inspirasi ke Paris mereka dapet dari Pak Balia (Nugie), guru sastra SMA Manggar yang selalu bersemangat tiap kali ngajar. "Pekikan kata-kata yang menginspirasi kalian", kata Pak Balia tiap mo mulai atau mengakhiri pelajaran. Maka satu persatu murid ngacungin tangan dan nyebutin dengan spontan kutipan kata-kata berharga dari orang-orang hebat semacam Soekarno, Hatta, ST. Alisjahbana, RA. Kartini, dll. Pak Balia pernah berujar ke semua muridnya buat menjelajahi nusantara yang luas, setelah itu keliling dunia dan berhenti di Sorbone, Prancis buat kuliah di Universitas Sorbone. Kata-kata inilah yang memecut Ikal, Arai, dan Jimbron buat mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Maka dibuatlah "peta" mimpi itu. Dimulai dengan rencana mereka selepas lulus SMA. Jakarta jadi tujuan utama buat kuliah dan bekerja. Mereka berencana buat lulus kuliah dengan nilai terbaik, ngedapetin beasiswa S2 ke Paris, sambil kerja dan ngumpulin duit bekal mereka ke Paris. Well, it's seems so sweet.

Dalam kenyataannya, sama sekali ga semanis itu. Semasa SMA ketiganya mesti banting tulang dan kerja keras siang malem di pelabuhan Manggar, pasar Manggar, dan dimana aja mereka bisa dapetin duit buat sekedar biaya makan sehari-hari. Dari mulai kuli angkut sayuran, kuli panggul ikan, kuli angkut balok es, apapun mereka kerjain demi mimpi ke Paris. Suatu waktu Ikal dan Arai ngedenger kalo PN. Timah, perusahaan timah nasional tempat ayah mereka (Mathias Muchus) gulung tikar. Akhirnya ayah pun terpaksa kehilangan pekerjaan sebagai buruh penyekop timah di perusahaan itu. Uang hasil kerja keras yang selama ini dikumpulin buat ke Paris pun mereka kasih karena saking cintanya ke orang tua. Patut dicontoh!!! Perlu diingat, Ikal, Arai, dan Jimbron bukanlah anak-anak keturunan ningrat atau konglomerat yang ga pernah kesulitan uang dan bermobil Jepang keluaran terbaru. Mereka itu miskin bahkan mungkin hidup di bawah garis kemiskinan. Satu hal, mereka kaya hati. Itulah mungkin yang ngebawa Ikal dan Arai sampe ke Brussels dan nikmatin salju pertama mereka di akhir film.

Wait, jalan terjal mewujudkan mimpi ga cuma berasal dari lingkungan sekitar tapi juga dari masalah pribadi mereka masing-masing. Masalah cinta, pastinya selalu ada di tiap film. Arai yang periang, selalu optimis, dan pengambil resiko berusaha keras buat meluluhkan hati Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda), temen sekelas ketiganya yang cantik dan cerdas. Jimbron sendiri punya perhatian sama Lasmi, kuli pengantar cingcau yang ga pernah senyum gara-gara trauma di masa lalunya. Di sisi lain, Ikal yang lebih depresif dan pesimis sibuk ngejaga hati ayahnya dan berusaha keras buat ga ngecewain kedua orang tuanya. So, secara alur cerita it's damn good!!! Alur yang maju mundur tapi ga musingin juga jadi nilai plus film ini. Riri Riza bilang klo ini adalah tantangan tersendiri buat menghadirkan alur cerita Ikal di masa kecil, remaja, dan dewasa. Untuk memudahkan penonton, Riri milih cara narasi dengan suara Lukman Sardi di tiap perpindahan alur. Terus, apa bedanya sama "Laskar Pelangi" (LP)? I can say that SP jauh lebih melayu dibandingkan prekuelnya. Wargi Bandung inget dong gimana LP nyuguhin pemandangan alam Gantong dan Bangka Belitung yang belum terjamah tangan manusia. Hasilnya, sekarang tempat-tempat itu jadi tujuan wisata utama Indonesia dan LP baru aja dinobatkan sebagai film terbaik di Festival Film Asia Pasifik 2009 di Kaohsiung, Taiwan. Tapi SP bisa dibilang lebih Melayu dengan kehadiran Bang Zaitun (Jay Wijayanto) seniman melayu keliling yang beristri empat. Lewat bantuan Bang Zaitun, Arai dilatih nyanyi buat memikat hati Zakiah Nurmala and it works!!! Alunan melayu, dangdut, dan bioskop yang muterin film 17+ inilah yang jadi gimmick "Sang pemimpi". Tata cahaya dibuat redup supaya nyambung sama suasana kotor, kumuh, jorok yang ditampilkan film ini. Unsur natural dari akting para pemerannya pun mungkin ga sedahsyat pasukan Laskar Pelangi. Yup, sekuelnya emang lebih serius, realistis, sekaligus inspiratif.

Overall, zkheey ga mo bilang yang satu lebih baik dari yang lainnya. Tapi LP atau SP punya kekuatan dan gimmicknya masing-masing. Di LP, wargi bandung bisa ngeliat kesenjangan pendidikan di daerah Gantong dengan kota-kota besar di Jawa misalnya. Tapi toh, anak-anak itu tetep semangat belajar dan punya jiwa yang lebih besar dari anak-anak seusianya. Sementara di SP, kita diajarin gimana sulitnya meraih mimpi dengan cara yang semestinya (bukan jalan pintas) lewat penokohan tiga sekawan Arai, Ikal, dan Jimbron dengan segala seluk beluknya. It's worth to watch. (Zkheey)

Rabu, 23 Desember 2009

Avatar - Film Pamungkas 2009

Genre: Fiksi Ilmiah
Sutradara: James Cameron

Pemain: Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Stephen Lang, Michelle Rodriguez
Distributor: Twentieth Century - Fox

Rating: ****1/2
 
Tahun 2009 ini bisa dibilang tahun emasnya perfilman Hollywood. Gimana ngga coba? Dari awal tahun banyak banget film bagus yang dirilis tahun ini. Mulai dari Transformers 2, Harry Potter, District 9, This Is It, 2012 sampai akhirnya film James Cameron yang berjudul Avatar. Nah film yang Cical sebutin terakhir ini bisa dibilang  film pamungkasnya tahun ini.

Film yang dirilis hari Jumat, 18 Desember kemaren ini merupakan film yang paling ditunggu-tunggu oleh para pecinta film karena film yang menelan biaya US $ 230 juta ini katanya menjanjikan sesuatu yang baru yang belum pernah orang bayangkan sebelumnya. Tapi apakah janji yang dikatakan James Cameron ini sesuai dengan kenyataannya?

Avatar bercerita tentang kehidupan manusia di tahun 2154. Saat itu ada sekelompok manusia yang mendatangi Planet Panadora, sebuah planet antah berantah yang didiami bangsa Na'vi. Na'vi sendiri adalah manusia berkulit biru yang tingginya sekitar 3 meter, hanya saja kebudayaan mereka masih kuno. Kedatangan manusia yang ingin menambang batuan unobtanium ternyata tidak disambut baik oleh bangsa Na'vi.

Untuk mengatasi itu Grace, seorang ahli DNA mebuat program bernama Avatar yaitu program yang memanfaatkan pikiran manusia untuk menggerakan Avatar, mahluk yang mirip bangsa Na'vi tapi tidak bernyawa. Jake Sully seorang mantan marinir yang cacat merupakan salah satu orang yang  dipercaya untuk mengikuti program ini.

Sayangnya Jake Sully mengalami kecelakaan saat melakukan misi pertamanya dengan Avatar. Akhirnya Avatarnya terdampar di hutan dan disanalah dia bertemu dengan bangsa Na'Vi yang sebenarnya. Jake Sully akhirnya ditugasi untuk mempelajari kebudayaan mereka dan jadi negosiator pihak manusia supaya Bangsa Na'Vi mau pindah dari pohon keramat yang mereka tinggali yang dibawahnya terdapat sumber batuan unobtanium. Apakah misi Jake Sully bakal berhasil?

Kalo Wargi Bandung semua berpikir film 2012 adalah film dengan spesial efek terbaik kalian semua salah. Film inilah yang bisa dibilang memiliki film berspesial efek terbaik. Kita bener-bener dibuat bingung dengan film ini. Semuanya terlihat nyata, planet Pandora dan bangsa Na'vi (yang dibuat dengan proses animasi) terlihat bener-bener menyatu dengan manusianya sendiri. Sulit sekali membedakan mana yang animasi mana yang bukan di film ini.

Untuk ceritanya bisa dibilang ngga terlalu istimewa tapi ngga sestandar film 2012. Mungkin beberapa orang bakal merasa ceritanya terlalu prediktif tapi bukan ini yang ingin ditonjolkan James Cameron. Bagaimana James Cameron membuat sebuah dunia baru yang diluar batas pemikiran manusia itulah yang ingin disampaikan James Cameron di film ini. Ngga heran film yang idenya udah ada sejak tahun 1994 ini bisa mengambil hati para penontonnya.

So sesuai dengan yang Cical bilang tadi film ini adalah film pemungkasnya tahun ini dan tentu aja wargi Bandung semua wajib buat menonton film ini. Buat pengalaman nonton film Avatar terbaik pastiin wargi Bandung nonton filmnya di Premiere Ciwalk yang muterin film ini dalam format 3D.

Klik di sini untuk lihat jadwal nonton film ini di 21 atau XXI. Klik di sini untuk jadwal nonton di Blitz Megaplex Paris Van Java.

Selasa, 17 November 2009

2012 - Paket Film Bencana Terlengkap

Genre: Fiksi Ilmiah
Sutradara: Roland Emmerich
Pemain: John Cusack, Amanda Peet, Chiwetel Ejiofor, Oliver Platt
Distributor: Sony Pictures
Rating: **** 


Kiamat bakal terjadi tahun 2012! Mungkin hal ini jadi banyak pembahasan banyak pihak termasuk wargi Bandung sendiri. Konon kabar tentang kiamat 2012 ini berawal dari spekulasi segelintir orang karena penanggalan kalender kuno bangsa maya berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Tapi apakah kiamat bakal terjadi tahun 2012? Hal inilah yang mengilhami Roland Emmerich untuk menggarap film yang berhubungan dengan ramalan ini.

Filmnya sendiri berawal dari perjalanan Dr. Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor) yang melakukan perjalanan ke India atas permintaan temannya Satnan, yang menemukan bahwa inti bumi semakin memanas dan akan membahayakan manusia. Penemuan pada tahun 2009 itu kemudian menjadi pembahasan di pertemuan G8 ke-36 pada tahun 2010. Akhirnya secara rahasia beberapa negara maju secara rahasia membangun sebuah perahu raksasa yang hanya bisa dinaiki oleh 400.000 orang terpilih. Proyek untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran ini dilakukan di sekitar pegunungan Himalaya.

Pada tahun 2012 bencana alam yang maha dahsyat itu pun terjadi. Jackson Curtis (John Cusack) seorang penulis yang secara tidak sengaja mengetahui tentang bencana maha dahsyat yang bakal terjadi. Akhirnya Curtis berusaha menyelamatkan mantan istrinya, Kate (Amanda Peet, anak-anaknya Noah dan Lily, beserta Gordon, kekasih baru Kate dari serangkaian bencana alam yang terjadi. Tujuan mereka adalah mencapai perahu raksasa yang Curtis ketahui dari seorang penyiar radio nyentrik bernama Charlie Frost. Dari situlah petualangan Curtis dan keluarganya untuk menyelamatkan diri dari bencana alam dimulai.

2012 adalah film bencana alam terlengkap saat ini. Sangat khas emmerich, penuh spesial efek dahsyat yang siap mengundang decak kagum para penonton. Kalo wargi Bandung sering nonton film disaster macam Volcano, Deep Impact, atau The Day After Tomorrow pasti bakal terkejut ama film yang satu ini karena semua bencana yang ada di film-film itu ada semua di film ini.

Masih inget ama adegan lahar tumpah-ruah di tengah kota ala film Volcano? Well film ini nyediain adegan macam itu cuma jauh lebih dahsyat, lokasi: Gunung Yellow Stone. Masih inget sama Tsunami yang menerjang pantai timur Amerika Serikat di film The Day After Tomorrow atau Deep Impact? Ada juga! ngga cuma satu tapi 5 adegan Tsunami bakal dipertontonkan di film ini! Masih kurang? Bagaimana kalo adegan gempa bumi 10 SR yang memporakporandakan daratan amerika dalam sekejap. Nah itu cuma sebagian dari adegan bencana yang ada di film ini. Dijamin film ini bakal bikin wargi Bandung semua tercengang dengan semua adegan bencana maha dahsyatnya.

Overall film ini emang wajib ditonton ama wargi Bandung semua. Ngga heran karena semua adegan bencana alam yang pernah dimuat di beberapa film lainnya ada semua di sini. Cuman sayangnya dari segi cerita dan teori tampaknya agak sedikit kurang tergarap. Mungkin Emmerich terlalu sibuk dengan spesial film ini kali ya? Tapi hal itu tampaknya ngga terlalu terpengaruh pada jumlah penonton. Buktinya satu studio bioskop aja ada yang bisa ngasilin 117 juta dalam seharinya gara-gara muter film ini.

So tunggu apa lagi? Cepet liat jadwal nonton film 2012 di 21 / XXI atau Blitz Megaplex dan pastiin ngantri tiketnya sepagi mungkin karena semua orang pengen nonton film ini! Sebelum film ini diharamkan ama MUI beberapa hari yang akan datang.

Sabtu, 14 November 2009

"District 9, Totally Awesome!!!"

Genre: Fiksi Ilmiah
Sutradara: Neill Blomkamp

Penulis Skenario: Neill Blomkamp & Terri Tatchell

Pemain: Sharito Copley, David James
Produser: Peter Jackson & Carolynne Cunningham
Rumah Produksi: QED International & Tristar Pictures

Rating: ****1/2 dari *****

Wikus van der Merwe (Sharito Copley) dengan jumawanya masuk ke salah satu rumah prawn tanpa sarung tangan, masker, atau pelindung diri lainnya sambil terus-terusan ngoceh di depan kamera ngejelasin apa yang dia temuin di rumah itu. Tiba-tiba dia nemuin satu tabung kecil mirip botol hairspray yang berisi cairan hitam mirip tinta kentel. "Cheeeeeeeettttt" ga sengaja Wikus nyemprotin cairan itu ke mukanya sendiri. Dan disinilah malapetaka terjadi. Perlahan-lahan Wikus ngerasa pusing, mual, pucet. Besoknya, kuku jari tangannya bisa dicabut satu persatu, kulitnya pun mulai ngelupas. Besoknya, tangannya berubah bentuk persis tangan alien. Besoknya lagi, muncul tulang-tulang keras di sekujur tubuhnya mirip serangga yang lagi metamorfosis. And finally, dia bener-bener berubah jadi udang raksasa dengan kepintaran yang mungkin setingkat manusia.

Itulah inti cerita dari karya jenius terbaru Peter Jackson (King Kong & trilogi The Lord of The Rings) & Neill Blomkamp yang udah ditunggu-tunggu kemunculannya. District 9 (D-9) bisa dibilang fiksi ilmiah yang wow karena menggambarkan sosok alien abad 21. Alien yang satu ini justru lebih mirip udang raksasa just like i said atau juga monster-monster di film "Ksatria Baja Hitam" jaman SD dulu. Kepalanya dilengkapi dua antena di sebelah kanan kirinya. Di bagian mulutnya ada banyak julur-julur tentakel. Tangan dan kakinya sama dengan manusia tapi dengan jari-jari raksasa. Para alien dari planet antah berantah yang biasa dipanggil "prawn" (udang) ini suka banget makan daging dan makanan kucing. It's definitely a monster other than alien hehehe...Tapi tapi tapi..they are smart, brilliant, and intelligence loh. Buktinya, ada satu prawn yang punya ngaran Christopher Johnson (Busettt, keren amat) dan anaknya yang diem-diem bikin pesawat pengangkut tepat di bawah rumah mereka. Pesawat itu jelas-jelas dioperasikan layaknya pesawat ulang alik Star Trek dengan sistem komputer super canggih. Yah pokoknya wargi bandung bakal amazed deh nontonnya. Selidik punya selidik ternyata bahan bakar utama pesawat ini adalah cairan item di tabung yang ditemuin Wikus tadi. Apaan seh ko cairan item secuil doang bisa jadi bensin buat ngidupin pesawat pengangkut??? Ah, ternyata cairan itu udah dikumpulin selama 20 taun. Selama itu pula para prawn ngungsi di D-9, satu daerah super kumuh di Johannesburg, Afrika Selatan yang jadi setting film ini.

Dari mulai adegan pembuka, wargi bandung bakal disuguhin beberapa ahli dan penduduk setempat yang diwawancarain tentang keberadaan prawn dan testimoni tentang Wikus. Sekilas, film ini kayak film dokumenter yang based on true story. Padahal mah bisa-bisanya sutradara aja tuh wkwkwkw....wargi bandung jangan ketipu yah. Well, selain penampakan para prawn dan lingkungan super kumuh D-9, hal yang ga kalah pentingnya adalah kehadiran MNU (Multi-National United) - semacam Densus 88 yang punya tugas nangkep teroris disini. MNU ini punya tugas membunuh prawn super bandel dengan senjata nuklir maha dahsyat dan merelokasi seluruh prawn ke D-10. Anyway, tugas mindahin prawn ini ga segampang yang dikira lah. Banyak adegan tidak manusiawi dari tentara MNU terhadap prawn. Padahal menurut alur ceritanya, para prawn ini juga punya hak asasi dan ketentuan yang mesti dihormati manusia. Pusing kan loooo???? Lah gimana bisa tentara ngegusur dan ngegedor tiap rumah prawn dan nyuruh mereka pergi dari D-9 dengan prosedur tanda tangan dan cek nama segala???? huahahahaha...it made me laugh...

However, wargi bandung mesti pantengin si pemeran utama, Wikus, yang aktingnya edan banget. Dia ini bisa dibilang ujung tombaknya MNU buat negosiasi dan berkomunikasi dengan para prawn. Ga ngerti juga gimana dan dimana dia belajar bahasa prawn??? hahaha... yang jelas si Wikus ini ngerti bahasa prawn yang kedengerannya mirip sinyal putus-putus klo kita lagi nelpon. Bahasa robot aja deh gimana...Ok, ini film wajib ditonton yah dan zkheey ga perlu ngomong panjang lebar lagi. Just go get the ticket & watch it!!!! (Zkheey)